Meleset.... Pagar Dam Pasar Sungai Guntung Malah Dirusak Untuk Kepentingan Pribadi

Posted by On Sunday, March 18, 2018


Sungai Guntung, (puterariau.com)

Sepanjang Dam Jalan Yos Sudarso Sungai Guntung Kecamatan Kateman saat ini sudah menampakkan wajah keindahannya. Dulu Pasar Sungai Guntung yang terkenal sangat semrawut mulai tertata.

Hal ini berkat kerja sama Pemerintah Kecamatan Kateman dan dukungan tokoh masyarakat, tokoh agama dan Muspika yang ada di Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman.

Namun, pasca penataan dan penertiban, ada oknum yang tidak bertanggung jawab malah merusak sejumlah titik pagar Dam. Hal ini dibenarkan oleh Camat Kateman, Kamren SSos saat dikonfirmasi Putera Riau.

Pantauan di lapangan, tampak beberapa titik sudah dijadikan Pelabuhan untuk kepentingan pribadi. Selanjutnya, upaya penjebolan itu masih berlangsung di beberapa titik lainnya.

"Disini (Sungai Guntung, red) bakal hancur oleh warga sini sendiri. Harusnya, Pemerintah mencegah, karena kalau dibiarkan bisa habis pagar ini dijebol jadi Pelabuhan," kata pemuda setempat, Ubn, pada wartawan.

Camat Kateman membenarkan adanya upaya pengrusakan aset daerah tersebut. Ia pun menilai tindakan warganya sudah menyalahi aturan yang ada.

Masih kata Camat Kateman, pihaknya dengan tegas selaku Pemerintah melarang keras dan tidak membenarkan setiap orang merusak fasilitas umum milik negara/daerah. 

Pemerintah Kecamatan meminta pada yang membongkar pagar Dam tersebut agar menutup dan memperbaiki pagar Dam yang telah dirusak. "Karena hal itu jelas melanggar aturan yang berlaku," katanya.

Ia menghimbau kepada lapisan masyarakat yang ada di Kecamatan Kateman untuk bersama-sama menjaga aset negara yaitu pagar Dam yang terletak di Jalan Yossudarso Pelantar Satu Pasar Sungai Guntung.

"Kami sudah surati, kalau masih juga maka akan ditindak tegas secara hukum oleh Kepolisian," tegas Camat. (Ridho)

Warga Sesalkan Wilayah Parit 8 Sungai Guntung Jadi Lokasi Tumpukan Sampah

Posted by On Tuesday, January 02, 2018


Sungai Guntung, (puterariau.com)

Kian hari tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin rendah saja, seperti halnya di areal sekitar Parit 8, sekitar 480 meter dipenuhi sampah.

"Kotor dan bau," kata Pakde Sucito berkomentar. Parit yang mengalir di sepanjang itu selain dangkal, juga dipenuhi sampah-sampah.

Pantauan puterariau.com pada Selasa siang 02/01/2018  di sepanjang parit yang memisahkan antara jalan Beringin dua dan Hasanudin, Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman Kabupaten Inhil, persisnya di seputaran 480 meter Parit 8 tampak sangat kotor bahkan volume sampah yang cukup besar menyumbat di  jembatan yang menjadi penghubung antara Hasanudin dan beringin dua.

"Persisnya di Parit 8, sehingga wilayah Sungai Guntung apabila musim penghujan tiba kerap menjadi langganan banjir," ujarnya.

Seandainya seluruh warga bisa sama-sama menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta tidak membuang sampah di sungai niscaya banjir musiman tidak akan terjadi, beber Pakde Sucito.

"Apalagi kalau sampah itu dibakar pasti tidak akan hanyut terbawa air saat hujan, karena selain parit bersih, tingkat pendangkalan juga bisa lebih lambat," katanya.

Senada itu, Pak Mukding (50) warga Beringin yang rumahnya disamping Parit 8 juga mengungkapkan bahwa setiap musim penghujan rumah tempat tinggalnya kerap terendam banjir.

"Udah langganan banjirnya soalnya udah Paritnya dangkal, ditambah lagi sampah menumpuk di parit 8 rumah kami, " ungkapnya. (ridho)

Nunggu Kantor Perikanan Dan Kelautan Sungai Guntung Roboh, Baru Pemerintah Terlihat Sibuk

Posted by On Monday, December 25, 2017


Sungai Guntung, (puterariau.com)

Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman Kabupaten Inhil sudah tak kelihatan lagi seperti kantor Pemerintah. Mungkinkah Dinas ini terancam bangkrut dan gulung tikar karena tak punya anggaran lagi ?

Dari pantauan wartawan puterariau.com di lapangan, Kantor Perikanan dan Kelautan yang terletak di Jalan Yos Sudarso Pelantar Satu sudah reot dan tidak kelihatan lagi jika dilihat dari sisi laut.

Puterariau.com melihat langsung kondisi Kantor Perikanan dan Kelautan dari sisi depan teras kantor tersebut pada Senin siang (25/12).

Sejumlah lapak-lapak beranak malam (pinjam istilah Pak Camat Kamren) yang berdiri tepat di depan Kantor Perikanan dan Kelautan sudah menutup pemandangan Kantor tersebut.

Sangat disayangkan Kantor Perikanan dibiarkan lapuk tanpa ada perawatan oleh UPTD Kantor Perikanan dan Kelautan. Mungkin mereka menganggap Pemerintah akan bangun lagi kantor baru dan sengaja telantarkan kantor saat ini.

Pintu besi kantor itu juga sudah rusak parah dan tinggal menunggu ajal saja baru roboh sendiri. Pokoknya Sungai Guntung punya berbagai cerita plus minus tergantung kemana diarahkan.

Kondisi ini terjadi sejak beberapa tahun lalu. Sejumlah warga menyebut bahwa para pedagang terpaksa bertahan karena Pemerintah belum bisa memfasilitasi pasar bagi para pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Yos Sudarso Pelantar Satu Sungai Guntung.

"Apakah ada pegawai Kantor Perikanan dan Kelautan yang bertugas di Kecamatan Kateman atau tidak sampai kantornya aja tidak terurus lagi ibarat rumah tak bertuan lagi," celetuk beberapa warga terdengar.

Memang kalau jujur, negeri ini hancur karena salah urus oleh oknum penyelenggara negaranya. Mereka berasumsi kemungkinan ada hitung-hitungan antara pegawai Dinas Perikanan dan Kelautan dengan lapak-lapak yang beranak siang malam tersebut.

Saat berita ini diangkat, puterariau.com kesulitan untuk konfirmasi pada UPTD Kantor Perikanan dan Kelautan. Ngalih, istilah banjarnya. (ridho)

Masyarakat Tetehosi Maziaya Kompak Tolak Fo'arota Zega Lanjutkan Masa Jabatan

Posted by On Tuesday, December 19, 2017


Nias Utara, (puterariau.com)

Berdasarkan laporan pengaduan ratusan masyarakat Desa Tetehosi Maziaya Kecamatan Sitolu'ori Kabupaten Nias Utara pada Bupati M. Ingati Nazara, (28/10/17) terkait tindakan Fo'arota Zega yang diduga telah merugikan masyarakat selama menjalankan tugas sebagai Kepala Desa periode lalu, maka dari itu masyarakat Tetehosi Maziaya menolak Fo'arota Zega melanjutkan masa jabatannya sebagai Kepala Desa periode 2017-2023.

Syukurniaman Zega, selaku masyarakat Lotu (11/12) menegaskan hal itu. "Jelas kami dan masyarakat telah menyampaikan laporan kepada bapak Bupati Nias Utara untuk menolak Fo'arota Zega melanjutkan masa jabatannya karena beberapa unsur masalah yang terlibat dimana Fo'arota Zega telah merugikan kami dan masyarakat Desa Tetehosi Maziaya," ungkapnya.

Tambahnya lagi, salah satu yang dilakukan Kepala Desa Fo'arota Zega pada masyarakat Tetehosi Maziaya demi menguntungkan golongan dan pribadinya terkait penggunaan pengadaan Moda Darat transportasi 2013, 1 (Satu) unit mobil L-300 untuk meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan yang difasilitasi oleh Dishubkominfo Kabupaten Nisut pada Poktan SADAR TANI di Desa Tetehosi Maziaya menjadi milik pribadi dan lahan bisnis Kepala Desa selama 5 tahun.

Selain itu, pembangunan sumber daya air (Sarana Air Bersih) di Dusun II yang bersumber dari DD tahun anggaran 2016 smpai sekarang belum dinikmati oleh masyarakat dan pelaksanaanya tidak sesuai dengan RAB pembangunan tembok penahan di Dusun III yang bersumber dari DD TA 2015 (fiktif) belum dilaksanakan, namun telah di SPJ-kan. 

Pungutan liar pembayaran pemasangan listrik tenaga surya sampai sekarang listrik tersebut belum ada. Pekerjaan pengaspalan jalan di Dusun I di belakang rumah Kepala Desa Jalan Padat Karya yang bersumber ADD TA 2012 dan diteruskan pekerjaannya dengan menggunakan dana anggaran DD TA 2015 tidak berkualitas dan pengerjaannya asal-asalan. 

Hasil audit temuan BPK tahun anggaran 2016 sebesar Rp. 255.140.800, belum tentu sudah dikembalikan oleh Kades. Pembangunan Jembatan Ma'ae di Dusun III pelaksanaanya tidak sesuai dengan RAB yang bersumber dari DD 2016. 

Terjadinya nepotisme di jajaran perangkat desa (Abang kandungnya sebagai kepala Dusun I A.n Ya'aro Zega, Anak Ya'aro Zega sebagai Kaur Umum A.n Fiterius Zega, dan kader Posyandu menantu anak abangnya An. Dedi Marlina Zendrato dan anak abangnya An. Leli Sari Zega.

Syukur menambakan bahwa mereka menolak Fo'arota Zega melanjutkan masa jabatannya ke periode 2017-2023, karena dia tidak bertanggung jawab untuk memberdayakan masyarakat. Kades disebut hanya menguntungkan pribadi dan keluarganya saja. "Nampak kinerjanya selama 5 tahun silam saat menjabat sebagai Kepala Desa dimana tidak ada kemajuan di desa bahkan diduga Fo'arota Zega hanya mengkorupsikan dana desa demi memperkaya dirinya," ungkap Syukur.

Oleh karena itu masyarakat minta kepada Pemerintah Kabupaten Nias Utara untuk segera memproses masalah ini demi memberdayakan masyarakat Desa Tetehosi Maziaya, bukan memberdayakan Kepala Desa Fo'arota Zega.

Kepala Desa Maziaya Foarota Zega yang dikonfirmasi Putera Riau pada Senin, 18 Desember 2017 enggan memberikan keterangan. "Saya sibuk ya," ujarnya pendek.

Kepala Desa Maziaya seakan akan takut dikonfirmasi oleh awak media Puterariau.com sehingga ketika dihubungi langsung down dan jantungan.

Mengkonfirmasi hal ini pada Bupati Nias Utara, M. Ingati Nazara guna mengetahui tindak lanjut laporan masyarakat desa Tetehosi Maziaya melalui telepon seluler (18/12) melalui nomor telpon 081361660xxx masih belum diangkat.

Lalu mencoba menghubungi di nomor telpon seluler Bupati M. Ingati Nazara yang satu lagi 081264425xxx, Ibu Bupati yang mengangkat dan Putera Riau mencoba menanyakan keberadaan Bupati M. Ingati Nazara, Ibu Bupati pun mengatakan bapak lagi keluar daerah. Wah wah wah.... Bohongan apa beneran ya....  (Ken Gea)

Harga Isi Ulang Tabung Gas 3 Kg Melambung, Warga Sungai Guntung Menjerit

Posted by On Sunday, December 17, 2017


Sungai Guntung, (puterariau.com)

Kalau boleh berteriak, tentunya warga Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Inhil ini akan berteriak sekencang-kencangnya. Apa pasal ? Apalagi kalau bukan karena tabung gas elpiji 3 kg.

Pak Senin, warga MGI sangat terbebani dengan harga gas elpiji yang kian melambung tinggi di Kecamatan Kateman pada Minggu (17/12).

Pak Senin pagi ini membeli gas elpiji 3 kg di salah seorang pengencer seharga Rp. 35.000. Saat dijumpai wartawan Puterariau.com di Pelabuhan Simpang Kanan, ia mengeluhkan harga tabung gas saat ini.

"Apakah ini permainan harga atau memang harga HETnya gas elpiji 3 kg memang sudah naik oleh Pemerintah," ungkapnya Senin dengan kesal.

Walaupun harga tabung melambung tinggi, mau tak mau masyarakat harus membeli karena kebutuhan. "Kalau tak beli alamat tak masak dan tak makan," ujarnya.

Biasanya harga kisaran 28 ribu rupiah. Namun saat ini di Sungai Guntung sudah mencapai 35 ribu.

Namun, lebih parah lagi dibanding harga di Kotabaru Seberida Kecamatan Keritang yang berkisar antara Rp.45.000 hingga Rp.65.000 per tabung. Wah wah wah.... (Ridho)

Desa Sungai Teritip Dulu Dan Kini, Jalan Berlubang Dimana-mana

Posted by On Sunday, December 17, 2017


Sungai Teritip, (puterariau.com)

Ekspos pembangunan kian gencar dilakukan guna kepentingan pembangunan daerah. Namun apa yang dikatakan warga ini berbanding terbalik dengan apa yang digembor-gemborkan oleh perangkat desanya. 

Desa Sungai Teritip Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir yang sejak dahulu kerap bermasalah, kini masih betah dengan masalahnya. Dari pantauan wartawan Puterariau.com di lapangan di Desa Sungai TeritiP, Sabtu sore (16/12), terlihat 'penyakit' itu.

Di sepanjang Jalan Lurusan Kantor Desa Sungai Teritip saja belum tersentuh pembangunan semenisasi. Padahal itu jalan poros utama Desa Sungai Teritip. 

"Cuma berepa meter sajalah jalan lurusan Kantor Desa yang tersentuh pembangunan, tepatnya pas di tikungan mau ke arah Sungai Elang," sebut warga memberikan komentarnya. Mereka cukup menyesalkan kepemimpinan Kades yang belum bisa memberikan perubahan pada desa tersebut.

Sebagaimana diinformasikan warga sekitar bahwa sejumlah ruas jalan yang ada di poros lurusan Kantor Desa Sungai Teritip sudah sangat memperhatinkan. Banyak air yang tergenang di jalan yang sudah berlobang.

"Katanya desa ini untuk giat membangun tapi dari kasat mata bisa dilihat pembangunan infrastruktur Desa Sungai Teritip yang sangat masih minim," ujar sumber lapangan tersebut.

Warga daerah lain pun cukup heran melihat fenomena ini disaat adanya info bahwa Desa Sungai Teritip sudah baik infrastrukturnya. "Ternyata kondisi jalan di Sungai Teritip ini sangat memprihatinkan. Bagus pula gang ke rumah saya, daripada jalan utama di Desa Sungai Teritip ini," kata Riduan, warga Sungai Guntung yang ikut turun melihat kondisi di lapangan.

Kades Sungai Teritip masih belum bisa dikonfirmasi mengenai hal ini. Dari pengalaman yang sudah-sudah, oknum Kades ini seakan tertutup dari insan pers. Takut atau galau ? Tanya saja pada pohon kelapa yang ada, hehehe... (ridho)

Cerita Tukang Ojek Pelabuhan HK : Hujan Plus Pasang Besar, Sungai Guntung Ibarat Lautan

Posted by On Thursday, December 07, 2017


Sungai Guntung, (puterariau.com)

Kawasan Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Inhil akhir-akhir ini sudah seperti lautan lepas. "Sudah tak tau lagi mana jalan mana parit," kata Paris, salah seorang tukang ojek yang sering mangkal di Pelabuhan HK.

Menurut Paris yang hari-hari melewati Jalan Yos Sudarso ke Pelabuhan HK ini bahwa air pasang hampir 1 lutut kaki naik ke bahu badan jalan.

"Sudahlah musim hujan ditambah lagi pasang besar, lama-lama Sungai Guntung sudah seperti lautan saja," ungkapnya yang selalu meraup rejeki dari jasa ojek ini.

Kalau pasang besar, ia terpaksa libur kerja dan menunggu surut. Konsekuensinya, perut lapar pun harus ditahan dulu akibat pekerjaan yang tergantung pada kondisi alam dan lingkungan. (Ridho)

Bupati Tanjab Barat : Camat Harus Gaul Ke Masyarakat, Jangan Kuper

Posted by On Thursday, November 23, 2017


Kuala Tungkal, (puterariau.com)

Bupati Tanjab Barat Dr. Ir H. Safrial MS memulai kegiatan bulan hhakti gotong royong masyarakat dan hari kesatuan gerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga ke-45 yang diadakan di Lapangan Desa Dataran Kempas Kecamatan Tungkal Ulu, Rabu kemarin (22/11).

Bupati mengatakan agar masyarakat kembali menghidupkan gotong royong. "Gunakan dana desa, aduk semen secara bersama-sama ajak masyarakat. Jadi kita saling hubungan simbiosis menguntungkan. Camat kordinasi dengan Danramil, hidupkan gotong royong, ini harapan saya," ujar Bupati.

Ia berharap agar Camat bergaul dengan seluruh masyarakat, agar masyarakat kenal dengan Camatnya. Sebab jika begitu tentu rakyat akan bahagia. Kalau kurang pergaulan, tentu hubungan antara Pemerintah dan rakyat menjadi terkendala.

Pemerintah juga dalam APBD Tanjab Barat telah membuat proyek padat karya guna pertumbuhan ekonomi Tanjab Barat.

Bupati menambahkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pemeliharaan hasil-hasil pembangunan itu bisa dijadikan penunjang dalam pembangunan sikap gotong royong memiliki nilai-nilai luhur yang positif karena dapat meratakan kepentingan bersama.

Untuk itu Bupati berharap kepada Kepala Desa dan Lurah berperan aktif menggalakkan gotong royong di Desa dan k
kelurahannya masing-masing, pinta Safrial. (yudi)

Camat Kateman 'Terjun Langsung' Dalam Kegiatan Gotong Royong PSHT

Posted by On Sunday, November 19, 2017


Sungai Guntung, (puterariau.com)

Camat Kateman, Kamren SSos beserta (PSHT) Persaudaraan Setia Hati Terate mengadakan kegiatan gotong royong Got Got yang ada di Jalan Sudirman dan di Jalan Kesehatan Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Inhil Minggu pagi (19/11/17).

Disebutkan Camat yang enerjik dan awet muda ini, bahwa kegiatan gotong royong dengan membersihkan saluran parit memberikan banyak dampak positif bagi lingkungan.

Apalagi hal ini bisa memperlancar saluran keluar masuk air di parit yang selama ini menjadi sumber banjir saat musim hujan.

“Dengan lingkungan bersih, tentu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berlalu lalang setiap harinya. Kalau kondisi pinggiran jalan semak, masyarakat takut karena bisa menjadi sarang binatang seperti ular dan lainnya," ujarnya.

Dengan kebersihan lingkungan tersebut, Camat berharap dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang setiap harinya beraktivitas melewati jalan tersebut. Apalagi Jalan Sudirman dan Jalan Kesehatan merupakan yang paling ramai dilewati oleh masyarakat setiap harinya.

“Sangat penting menjaga kebersihan lingkungan jalan. Karena akses jalan ini sangat penting bagi masyarakat. Budaya bergotong royong seperti ini sudah dilakukan sejak dulu dan akan terus berlangsung pada generasi-generasi mendatang,” harapnya.

Dilain pihak, Ketua PSHT Abdul Kadir SPdi mengatakan bahwa kegiatan Long March dan Bakti Sosial ini merupakan salah satu bentuk kegiatan positif bagi masyarakat.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Camat Kateman Kamren SSos yang ikut mensuport dalam kegiatan gotong royong yang dilaksanakan.

Tak lupa di akhir kesempatan, Kamren SSos yang low profil ini mengatakan dalam minggu ini tepat di hari HUT Korpri, seluruh hari PNS dan pegawai nantinya akan mengadakan gotong royong massal di Kecamatan Kateman bersama unsur Muspika yang ada. (ridho/adv)

Ekonomi Kian Sulit, Sandal Pak Mail Pun Jadi Target Maling Di Sungai Guntung

Posted by On Saturday, November 18, 2017


Sungai Guntung, (puterariau.com)

Sungguh malang nasib Pak Mail yang tinggal di Jalan Banjar RT 02 Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Inhil Riau. Ia telah kehilangan sendal jepit miliknya yang menjadi sahabat hari-harinya pagi ini, Sabtu (18/11).

Memang, zaman ini makin menjadi-jadi pencurinya hingga ke sandal jepit pun jadi sasaran. Anehnya, ketika Pemerintah mengklaim pertumbuhan ekonomi yang membaik ternyata malah berbanding terbalik dengan fakta lapangan, dimana tingkat kesusahan makin parah di daerah.

Pak Mail menceritakan kepada wartawan puterariau.com bahwa pagi ini di warung kopi dengan kondisi tidak memakai sandal.

"Pas saya mau ke pasar pagi-pagi mau ngopi, eh tau-tau sandal saya sudah hilang dibawa maling," ujarnya dengan kecewa.

Pak Mail yang bekerja sebagai buruh serabutan ini terpaksa berjalan kaki ayam saja ke warung kopi di Sungai Guntung.

Ketika ditanya teman ngopinya kenapa tak memakai alas kaki, tanpa malu ia mengatakan bahwa maling masuk ke kawasan rumahnya dan menilap sandal.

Namun karena rasa kasihan, Pendi, warga setempat yang mengaku berteman dengan Pak Mail bersedia mengulurkan tangan untuk membelikan kembali sandal Pak Mail.

Memang ini masalahnya terlihat sepele, namun patut menjadi bahan renungan bagi warga lainnya yang hanya berujar tanpa melakukan aksi termasuk memberikan bantuan langsung.

Bagaimana dengan warga yang lumayan berada dan memiliki jabatan ketika melihat hal ini tentulah bisa mengulurkan bantuannya.

Sebagaimana diketahui, Pak Mail yang umurnya sudah 59 tahun dan sudah lama tinggal di Jalan Banjar RT 02 ini mengatakan sudah lama ia hidup di Sungai Guntung, baru kali ini sandal jepitnya hilang diembat maling.

"Nasib ya nasib," ucapnya dengan sendu pagi Sabtu ini (18/11). (Ridho)

Banyak Warga Kuansing Masih Tinggal Di Gubuk Reot, Apakah Wakil Rakyat Mengetahuinya ?

Posted by On Monday, November 13, 2017


Tanjung Putus, (puterariau.com)

Tinggal di rumah yang nyaman adalah impian setiap orang. Apalagi bagi Ardi, seorang warga Desa Tanjung Putus yang membutuhkan tempat nyaman untuk beristirahat. Namun apa daya, Ardi hanya bisa memiliki sebuah gubuk miring yang nyaris ambruk.

Berbeda dengan wakil rakyat yang selama ini mengaku pro rakyat. Mereka hidup nyaman dan aman di tengah kenikmatan anggaran rakyat. Selain punya rumah yang dibuatkan negara, mereka masih juga mendapat tunjangan perumahan.

Mereka berani jual nama rakyat tapi toh, tak mengetahui bagaimana kehidupan rakyat yang sebenarnya. Politik mereka gunakan hanya untuk kepentingan pribadi, golongan dan Partai tanpa melihat realita yang terjadi saat ini.

Kembali ke laptop, eh Ardi yang hidup di gubuk reot. Berada di Desa Tanjung Putus Kecamatan Kuantan Seberang Kabupaten Kuantan Singingi, gubuk miring itu adalah hasil keringat mertuanya yang sudah mulai rentan/usia lanjut.

Bentuknya sangat kecil dan sempit berukuran 5×3 meter dengan bilik kayu dan lantai alakadarnya. Gubuk itu juga hanya punya sebuah dapur, dua kamar tidur dan ruang tamu.

Jika ingin masuk ke dalam gubuk Ardi ini, kepala harus menunduk kalau tidak ingin keceduk pintu. Sudahlah pintunya kecil pas-pasan, agak miring pula.

Apalagi jika hujan turun, ember-ember pun harus disiapkan untuk menampung tetesan air dari atap yang bocor.

"Kalau hujan deras, enggak tidur di sini. Numpang ke rumah kakak," kata Ardi sambil meneteskan air matanya.

Seperti ditayangkan puterariau.com Senin ini (12/11), sudah puluhan tahun keluarga Ardi bersama anak dan istrinya beserta kedua mertuanya tinggal di gubuk tersebut.

Gubuk derita ini juga belum pernah diperbaiki sejak dulu karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Hanya ada beberapa bilah kayu  yang dijadikan penopang agar gubuk derita itu tidak ambruk.

Ardi memang tak punya uang untuk merenovasi rumahnya. Karena untuk kehidupan sehari hari saja susah, hanya sebagai petani karet kecil dengan penghasilan pas-pasan. Anaknya semata wayang laki-laki masih duduk di bangku SD.

Lebih menyedihkan lagi mertua yang sudah tua bekerja semampunya di kebun karet orang dengan penghasilan yang tak menentu.

Melihat kondisi rumah pasangan Ardi dan Risah ini yang seperti ini, sudah seharusnya Pemerintah turun tangan. Saat ditanya tentang bantuan rumah layak huni Ardi dan istri sangat sedih, pernah mereka dapat sekitar beberapa bulan yang lalu bantuan dari dinas sosial.

"Kami pun kurang tau juga bantuan apa namanya tapi katanya bantuan dari dinas sosial. Itu karena salah nama mertua saya dan nama orang dapat itu sama, cuma satu kali itulah kami cuma mendapatkan bantuan dari pemerintah," ungkapnya dengan bahasa kampung.

Ironisnya apakah tim survei yang turun ke lapangan/desa itu mendata atau tidak, tentu menjadi pertanyaan. Ardi dan mertua sangat berharap dan memohon kepada Pemerintah agar lebih memperhatikan nasib mereka yang jauh dari kata layak.

Dari pantauan wartawan puterariau.com di lapangan memang warga yang berada di bawah garis kemiskinan di Kabupaten Kuansing masih banyak belum tersentuh bantuan Pemerintah. (roder/ridho)

Beri Motivasi Siswa, Babinsa Air Tawar Makin Lengket Dengan Rakyat

Posted by On Friday, November 10, 2017


Air Tawar, (puterariau.com)

Babinsa Desa Air Tawar, Sertu E Sormin memberikan motivasi sejak dini tentang manpaatnya hidup sehat melalui olah raga kepada anak didik SD siswa Dwipa Abadi. 

Guru olah raga Heri dan guru lainnya juga mengapresiasi kerja sama yang dilaksanakan oleh Babinsa Air Tawar ini.

"Diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para anak didik sekolah tersebut dengan manfaatnya hidup sehat," ujar Sertu E Sormin.

Disebutkan bahwa kegiatan rutin ini dilakukan agar anak-anak didik dapat terhindar dari narkoba yang merusak generasi muda.

Keakrabannya dua arah ini terlihat dari bahasa tubuhnya para anak yang sangat antusias manjawab pertanyaan dan merespon apa yang disampaikan oleh kedua Babinsa Sertu E. Sormin dan guru olahraga.

 "Saya sengaja memanfaatkan waktu ini untuk memberikan motivasi dan semangat kepada mereka supaya generasi muda kita bisa terselamatkan dari narkoba. Mulai dari sekarang, pakai pola hidup sehat dengan selalu melakukan kegiatan olaharaga," sebutnya.

Memang Babinsa Air Tawar ini dengan anak-anak didik semakin senyawa sehingga mereka merasa nyaman dan senang dengan keberadaan TNI.

Bahkan salah satu anak didik SD Dwipa Abadi mengatakan kalau sudah besar nanti ingin seperti Pak Babinsa Sertu E. Sormin jadi tentara.

"Saya ingin menjadi tentara seperti Pak Sormin," ungkap anak didik tersebut polos. (Ridho) 





Bocah 2 Tahun Ditemukan Tewas Dalam Perigi

Posted by On Wednesday, November 08, 2017


Belanta Raya, (puterariau.com)

Seorang bocah, yang belum genap berusia 2 tahun ditemukan tewas tenggelam dalam sumur di belakang rumah orang tuanya di Jalan H. Japri Desa Belanta Raya Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir, pada Rabu pagi (08/11/2017).

Bocah malang yang bernama M. Ali Akbar Bin Yuliadi (22 bulan) ditemukan oleh ibu angkat yang selama ini merawatnya, Siti Aisyah (29 Tahun), seorang ibu rumah tangga, warga Jalan H. Japri Desa Belanta Raya dalam keadaan sudah terlentang di dalam perigi di belakang rumahnya. 

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dolifar Manurung, SIK MSi melalui Kapolsek Gaung Iptu Walsum menceritakan kisah tragis itu bermula ketika pagi itu, ibu angkat korban, Siti Aisyah bermaksud hendak menitipkan belanjaan pada tetangganya karena pagi Rabu adalah hari Pasar Desa Belanta Raya. 

Sementara putranya, Ali masih tertidur, Siti pun mengunci pintu depan dan menuju rumah Baiyah, tetangganya untuk keperluan tersebut di atas. 

Ternyata Baiyah pun tak pergi ke pasar, sehingga Siti kembali ke rumah. Namun sesampainya di rumah, Siti melihat pintu kamar sudah terbuka, dan korban tak lagi ada dalam kamar. 

Kemudian ibu muda itu lalu mencari arah ke belakang rumah karena pintu belakang sudah terbuka. Saat itulah dia melihat pemandangan yang mengenaskan dimana anaknya sudah terlentang di dalam sumur. 

Dengan histeris, Siti berteriak minta tolong sambil mengendong korban. Bersama masyarakat setempat korban dievakuasi ke dalam rumah. Pihak medis yang datang memeriksa, kemudian menyatakan korban sudah meninggal dunia.

Personel Polsek Gaung, yang mendapat informasi kemudian mendatangi TKP bersama dr. Ida S. Simarmata dan bidan Yuliana AMd Keb. 

Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban. (zamri/polres)

Untuk Masyarakat Sungai Laut, Pemimpin Kelahiran Sungai Gergaji Ini Sukses Bawakan 'Hilang Tak Berkesan'

Posted by On Wednesday, November 08, 2017


Sungai Laut, (puterariau.com)

Seusai melewati acara formil pelantikan 4 Kepala Desa di Kecamatan Tanah Merah, Bupati Indragiri Hilir HM Wardan menyumbangkan sebuah lagu bagi masyarakat Desa Sungai Laut dengan judul 'Hilang Tak Berkesan'.

Setelah mengabadikan foto bersama para Kepala Desa yang baru saja dilantik dan puluhan masyarakat Desa Sungai Laut, Bupati diminta untuk menyumbangkan sebuah lagu sebelum menempuh perjalanan pulang.

Tak pelak, permintaan masyarakat sama sekali tidak mendapatkan penolakan dari Bupati berjuluk 'Bupati Kelapa' itu. 

Pria kelahiran Sungai Gergaji Kecamatan Keritang ini pun bergegas menunjukkan performanya dalam menyanyi di hadapan puluhan masyarakat yang tampak tidak sabar menunggu.

Alunan indah lirik lagu yang dibawakan Bupati, sejenak menghipnotis masyarakat. Riuh tepuk tangan masyarakat pun menghebohkan suasana yang sebelumnya kaku karena sebuah acara resmi, pelantikan Kepala Desa, manakala Bupati bersenandung.

Bait demi bait lagu yang Dia lantunkan memecahkan formalitas acara kala itu. Meski sebentar, masyarakat Desa Sungai Laut dapat larut dalam suasana gembira. Masyarakat terlihat begitu menikmati setiap momen kala Bupati bernyanyi. (beni/adv)

DMIJ Sukses 'Poles' Desa Makmur Jaya Jadi Daerah Maju

Posted by On Tuesday, November 07, 2017


Sungai Guntung, (puterariau.com)

Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir di bawah kepemimpinan Bupati HM Wardan diakui efektif membangun Inhil secara merata melalui perangkat desa di negeri Hamparan Kelapa dan negeri seribu parit tersebut.

Sudah banyak desa yang menyatakan hal itu, termasuk Desa Makmur Jaya. Kades Makmur Jaya, H. Asnawi saat diwawancarai puterariau.com berharap agar tahun depan dapat membangun yang lokasi yang lain.

"Bukan itu-itu saja setiap tahun yang kita bangun," kata Kades Makmur Jaya yang menyebut selalu mengutamakan kualitas dan mutu pekerjaan ini.

DMIJ itu memperkuat pemberdayaan dan operasional di desa-desa dan ini sangat membantu. Kalau dulu, di desa hampir tak dapat membangun apa-apa. Hal ini akibat anggaran desa yang kita miliki sangat kecil. 

"Kalau sekarang, jauh perbedaannya. Banyak yang dapat kita bangun, Alhamdulillah berkat DMIJ tercover semua kebutuhan," ungkap Kades Makmur Jaya kepada puterariau.com Selasa siang (07/11/17).

Desa Makmur Jaya tak jauh berbeda dengan desa lainnya di Inhil. Selain operasional pemerintah desa, anggaran DMIJ banyak digunakan demi pembangunan infrastruktur. Seperti jalan desa, turap, dan tanggul di 3 titik.

"Khususnya jalan-jalan desa dan 3 titik ini yang dibangun saat ini yang lebih banyak kami fokuskan. Hal ini karena kebutuhan itu yang paling menjadi prioritas di sini. Maklumlah, dulu pembangunan desa hampir dikata tak ada. Kalau pun ada, paling berapa meterlah. Walaupun kini dengan DMIJ belum semua jalan dan semenisasi desa yang bagus, tapi lihatlah, kini sudah mayoritas jalan-jalan di sini sudah diperbarui," ungkap H. Asnawi membeberkan.

Pembangunan yang geliatnya sangat kencang sejak DMIJ diluncurkan tahun 2014 semakin pesat ditambah Pemerintah Pusat dan Provinsi Riau yang turut memberi bantuan dana bagi desa di 2015 silam.

Apalagi tahun lalu, Pusat dan Provinsi turut menurunkan anggarannya untuk desa. Makanya pembangunan yang memang sudah mulai gencar tahun sebelumnya, makin tak terbendung lagi. Jalan-jalan dan pembangunan infrastruktur lainnya bagaikan dikilat saja saat ini.

Untuk itulah Kades Makmur Jaya berharap agar program pembangunan desa khususnya DMIJ jangan sampai terhenti pelaksanaannya. Alhamdulillah sudah banyak dirasakan oleh masyarakat Desa Makmur Jaya (Desa Dendan).

Dijelaskan Kades Makmur Jaya, H. Asnawi kepada puterariau.com bahwa rincian pekerjaannya berupa panjang TPT (Turap) 200 meter × 2 meter= 400 meter, semenisasi 667 meter, dan pembangunan tanggul 3000 meter. (Ridho/adv)

BM 1 G Akhirnya Sukses Lintasi Ruas Jalan Kota Baru-Sanglar-Pulau Kijang

Posted by On Sunday, November 05, 2017


Pulau Kijang, (puterariau.com)

Meski belum tuntas sepenuhnya, Bupati Indragiri Hilir HM Wardan tetap menepati janjinya melintasi ruas jalan Kota Baru-Sanglar-Pulau Kijang menggunakan mobil untuk membuka iven Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke-47 Kabupaten Inhil tahun 2017 di Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Sabtu (4/11/2017).

Bupati menuturkan bahwa keterlambatan penyelesaian pembangunan ruas jalan sepanjang 12 kilometer tersebut adalah karena kendala teknis suplai material bangunan yang dihadapi oleh pihak rekanan.

"Material yang dipesan kontraktor kedatangannya tertunda selama 10 hari. Akibatnya, proses pelaksanaan pembangunan ini terpaksa bergeser dari target semula," kata Bupati dalam sambutannya saat acara pembukaan MTQ Ke-47 Kabupaten Inhil Tahun 2017.

Seharusnya, dikatakan Bupati, sewaktu MTQ diselenggarakan, ruas jalan Kota Baru-Sanglar-Pulau Kijang telah dapat dilalui dengan lancar walaupun pembangunan hanya bersifat fungsional dan sementara sebelum pengerjaan dinyatakan rampung sepenuhnya.

"Upaya telah dilakukan, baik pihak dinas yang berkaitan dengan kontraktor telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar waktu yang ditargetkan. Namun, kenyataannya tidak demikian, dalam prosesnya terdapat kendala teknis yang dihadapi sehingga sampai MTQ diselenggarakan masih ada sebagian kecil ruas jalan yang masih dalam keadaan rusak parah," ungkap Bupati.

Pelaksanaan pembangunan ruas jalan yang menyerap dana APBD sebesar Rp 12 milyar tersebut, dijelaskan Bupati, sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2015 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 4,5 milyar dari total yang diperoleh Kabupaten Inhil kala itu sebesar Rp 65 milyar.

"Karena keterbatasan waktu, serapan dana hanya Rp 4,5 milyar. Namun, 2016 dana itu kuta mohonkan lagi dan Alhamdulillah, dapat. Saat itulah, pelaksanaan pembangunan ruas jalan yang menjadi impian mayoritas masyarakat Keritang dan Reteh kembali dimulai," jelas Bupati sembari berkata," total anggaran yang diperoleh dari DAK sebesar Rp 200 milyar yang dibagi menjadi 8 paket pembangunan infrastruktur jalan,".

Bupati mengungkapkan, belum rampungnya pelaksanaan pembangunan, bukanlah dikarenakan kelalaian pihak rekanan. Pembangunan ruas jalan telah dikerjakan dan digesa oleh pihak rekanan. Tetapi, ada hal - hal yang membuat impian masyarakat Keritang dan Reteh belum sepenuhnya terealisasi sampai saat MTQ dimulai.

"Atas kejadian ini, Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Inhil memohon maaf kepada segenap masyarakat, khususnya masyarakat Reteh yang hari ini belum bisa sepenuhnya menikmati ruas jalan tersebut," kata Bupati seraya mengatakan, pelaksanaan pembangunan ruas jalan Kota Baru-Sanglar-Pulau Kijang akan terus dilanjutkan dengan target penyelesaian sampai akhir November atau selambat-lambatnya pada bulan Desember tahun 2017 ini.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap masyarakat Reteh yang turut membantu bergotong-royong, bahu-membahu mengatasi kerusakan di sebagian ruas jalan yang belum selesai dibangun dengan cara menutupi bagian-bagian yang berlubang menggunakan kayu agar ruas jalan tersebut tetap bisa dilewati oleh para pengunjung MTQ pada Jum'at malam.

"Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah bersedia untuk bergotong-royong menutupi lubang yang masih ada di ruas jalan tersebut sebelum pembukaan MTQ malam tadi karena melihat banyaknya tamu yang datang berkunjung mengunakan jalur darat," ucap Bupati. (beni/adv)

Bupati Inhil Buka MTQ Ke-47 Tingkat Kabupaten Inhil Tahun 2017 Di Pulau Kijang

Posted by On Sunday, November 05, 2017


Pulau Kijang, (puterariau.com)

Bupati Indragiri Hilir HM Wardan membuka iven Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke-47 Tingkat Kabupaten Inhil tahun 2017 di Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Sabtu malam (4/11/2017).

Pada acara pembukaan MTQ Ke-47 Kabupaten Inhil tahun 2017 yang ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Inhil, HM Wardan ini turut pula dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, Ketua DPRD Inhil, H Dani M Nursalam SPi MSi, Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H. Said Syarifuddin dan Ketua LPTQ Kabupaten Inhil, Afrizal serta sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

Bupati menilai bahwa pelaksanaan MTQ yang memperlombakan 7 cabang lomba ini terasa sangat istimewa dan penuh suka cita. Hal tersebut dikarenakan, dilakukannya penyerahan hadiah umroh bagi 2 orang Juara Tilawatil tingkat Dewasa Putra dan Putri MTQ Ke-46 yang akan diberangkatkan tahun ini atau paling lambat tahun 2018 mendatang.

Keistimewaan lain dalam MTQ ke-47 Kabupaten Inhil ini, diungkapkan Bupati, adalah dikarenakan adanya pencanangan 'Gerakan Inhil Bertanjak' sebagai wujud tindak lanjut dari 'Gerakan Riau Bertanjak' dan  bentuk dukungan atas visi Provinsi Riau yakni mewujudkan Provinsi Riau menjadi pusat budaya Melayu tahun 2020.

"Sewaktu pawai ta'aruf tadi, sudah kita laksanakan, sudah kita canangkan gerakan Inhil bertanjak sebagai wujud dukungan terhadap visi Provinsi Riau, yakni mewujudkan Provinsi Riau menjadi pusat budaya Melayu pada tahun 2020," ungkap Bupati.

Bahkan, Bupati mengatakan agar lebih konkrit dalam menunjukkan komitmen dukungan atas visi Provinsi Riau tersebut, dirinya akan segera merumuskan dan menerbitkan Peraturan Bupati yang mengatur tentang penggunaan pakaian khas Melayu dilengkapi tanjak bagi aparatur Pemerintah Kabupaten Inhil.

"Untuk merealisasikan hal tersebut perlu diambil langkah memasyarakatkan pakaian khas melayu itu. Saat ini, kita telah memulai upaya memasyarakatkan, kalau sekiranya sudah cukup barulah Peraturan Bupati itu dirumuskan dan diterbitkan," jelas Bupati.

Penyelenggaraan MTQ, diutarakan Bupati, juga merupakan sebuah kegiatan yang memiliki korelasi dan memberikan kontribusi terhadap upaya pencapaian visi Provinsi Riau. Oleh sebab itu, perhatian Pemerintah Kabupaten Inhil atas penyelenggaraan MTQ melalui aspek finansial dan penyediaan sarana dan prasarana penunjang semakin ditingkatkan.

"Kehidupan yang agamis dengan tatanan masyarakat madani akan tercipta melalui penyelenggaraan MTQ yang berkesinambungan serta juga dinilai mampu meningkatkan produktifitas masyarakat," papar Bupati.

Untuk itu, Bupati berharap, agar para peserta dapat mengikuti iven keagamaan bergengsi tingkat Kabupaten ini dengan sebaik-baiknya. Begitu pula terhadap masyarakat, diharapkan dapat memberikan dukungan dengan menjaga ketertiban dan keamanan sehingga MTQ Ke-47 Kabupaten Inhil Tahum 2017 dapat berlangsung lancar dan sukses hingga penutupan.

"Terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak hingga kegiatan tahunan MTQ dapat terselenggara dengan lancar sampai pada tahap pembukaan. Semoga kegiatan MTQ tahun ini dapat berakhir dengan kesuksesan sehingga dapat melahirkan qori dan qori'ah serta Hafidz dan hafidzah yang terbaik," tandas Bupati.

Pembukaan MTQ yang berlangsung semarak sedari awal ini turut dimeriahkan berbagai penampilan apik kesenian yang kebanyakan diisi dengan suguhan tari-tarian. Selain itu pula, dilangsungkan pengibaran bendera LPTQ yang diiringi dengan nyanyian Hymne dan Mars MTQ.

Masyarakat pengunjung yang berada di lokasi tampak begitu menikmati performa memukau tari-tarian yang dipersembahkan oleh Sanggar Seni Tari lokal dan percikan demi percikan kembang api yang ikut menghiasi astaka MTQ. (beni/adv)

Bagai Bumi Dan Langit, Gubuk Derita Warga Pulau Deras Pangean Vs Rumah Wakil Rakyat Yang Mubazir

Posted by On Saturday, November 04, 2017


Pangean, (puterariau.com)

Memiliki rumah idaman adalah menjadi dambaan setiap orang, namun lain halnya dengan nasib yang dialami Santi warga, Desa Pulau Deras Kecamatan Pangean Kabupaten Kuansing. 

Santi yang memiliki 2 orang anak ini justru tinggal di gubuk derita. "Hanya ini yang mampu kami bangun," kata Santi pasangan istri Idep.

Ironis di tengah rumah pimpinan dewan dan Pemkab Kuansing yang dibangun dengan angka miliaran namun tak dipergunakan alias mubazir. Ada baiknya, Santi dan warga lain bisa dikondisikan ke rumah tersebut agar tidak sia-sia pembangunan selama ini. Gimana ???

Pantauan wartawan puterariau.com, gubuk derita ini berukuran kecil yang berdinding papan dan beratapkan daun rumbia. Rumah Santi ini lebih layak disebut gudang tempat penyimpanan barang-barang karena alakadar saja.

Di rumah yang hanya memiliki satu kamar ini dihuni oleh Santi dan suami dengan dua orang anaknya.

Idep, suami Santi ini bekerja sebagai petani karet yang saat ini harga karet sedang terjun bebas. Sementara dua orang anaknya masih mengenyam bangku SD, otomatis uang yang diperoleh hanya cukup untuk makan yang dicatu dengan keperluan sekolah.

Di ruangan sangat kecil seperti itu, Santi bersama anak dan suaminya tidur dengan beralaskan tikar pandan yang sudah kusam.

Di rumah ini tidak terlihat barang-barang rumah tangga yang istimewa, bahkan ranjang untuk tempat tidur pun tidak terlihat disitu. Beda dengan rumah untuk pimpinan dewan dan Pemkab yang tak terpakai di Taluk Kuantan yang sudah diisi oleh peralatan mewah.

"Di kamar kecil ini saya bersama dua orang anak dan suami saya tidur dengan hanya ukuran pas-pasan," ungkap Santi.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Santi terpaksa juga harus bekerja di rumah orang sebagai tukang cuci. Jadi bagaimana mereka bisa menikmati seperti wakil mereka di parlemen yang bisa hidup enak-enakan ? Selalu mengaku merakyat dan berjuang atas nama rakyat itu ?

Saat ditemui di kediamannya, Sabtu (04/11/17), Santi mengaku sejauh ini dirinya belum pernah menerimah bantuan dari Pemerintah Daerah, selain beras miskin yang dijatah.

Suaminya Idep turut merasa sedih karena hasil kerjanya sebagai petani tak dihargai dengan anjloknya harga karet. Ia mengaku kecewa pada Pemerintah yang selalu membuat pencitraan terhadap kesejahteraan buat petani, namun faktanya nol besar.

Kondisi kehidupan keluarga Idep ini adalah gambaran kecil masyarakat kurang mampu yang ada di Desa Pulau Deras Kabupaten Kuantan Singingi. Kalau terus digali, mungkin akan ditemukan Santi-Santi lainnya yang sedang menggelepar di terjang kemiskinan akibat rezim Pemerintahan yang dinilai tidak pro rakyat. (wahyu/Helpianto)

Bupati Safrial Tinjau Proyek Jembatan Parit Sikin dan Pulau Pinang

Posted by On Friday, November 03, 2017


Kuala Tungkal, (puterariau.com)

Tidak ingin pelaksanaan proyek-proyek di tahun 2017 tidak selesai tepat waktu dan tidak sesuai standar mutu yang telah ditetapkan, Bupati Tanjung Jabung Barat DR. Ir H Syafrial aktif dan intensif melakukan 'blusukan' ke beberapa lokasi pekerjaan proyek tersebut. 

Kali ini giliran proyek Jembatan Parit Sikin Tungkal Ilir dan Jembatan Parit Pulau Pinang Kuala Betara yang menjadi fokus perhatiannya.

Didampingi Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tanjab Barat, Apri Dasman ST MT, Bupati melihat secara langsung progres fisik proyek dua jembatan yang berdekatan lokasi tersebut. Safrial meminta kepada Dinas PUPR dan rekanan yang mengerjakan jembatan tersebut agar benar-benar memperhatikan mutu dan kualitas pekerjaan. 

"Saya ingin pekerjaan kedua jembatan ini tidak hanya selesai tepat waktu tetapi juga kualitasnya harus benar-benar sesuai dengan spek dan standar yang telah ditetapkan. Ini uang rakyat jadi gunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat " ujarnya.

Sementara itu menurut Apri, pekerjaan kedua jembatan tersebut dipastikan akan selesai tepat waktu sebagaimana telah tertuang di dalam kontrak.

"Untuk Jembatan Parit Sikin Tungkal Ilir saat ini fisik pekerjaannya sudah mencapai 90% dan Jembatan Parit Pulau Pinang Kuala Betara sudah mencapai 80%," tukasnya. (yud/tonang/adv)

Bupati Tanjung Jabung Barat Resmikan Gerai UMKM 'Mekar Jaya'

Posted by On Thursday, November 02, 2017


Tanjab Barat, (puterariau.com)

Bupati Tanjung Jabung Barat, DR. Ir H Safrial MS meresmikan Gerai UMKM “Mekar Jaya” Kedai Kopi Liberika Tungkal pusat oleh-oleh dan kerajinan tangan dari program TJSLP yang telah diselesaikan dan diserahkan oleh SKK Migas-PetroChina Jabung Ltd Tahun 2017 kepada Pemkab Tanjab Barat di Jalan Lintas Kuala Tungkal-Jambi, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjab Barat, Senin pekan lalu (30/10/17).

Persemian Gerai tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati DR. Ir H Safrial, PV HR Presiden & Relations PT. Petrochina, Ltd Jabung Mrs. Maryke PY Pulunggono dan Kepala Bidang Humas SKK MIGAS Sumbagsel, Iyan Sulistiawan.

Untuk mengefektifkan keberlangsungan Gerai UMKM MEKAR JAYA ini pun dilangsungkan dengan dibentuk Human Resource Departemen (HRD) Tanjab Barat yang langsung dikukuhkan oleh Bupati H. Safrial berdasarkan SK Bupati Tanjabbar Nomor : 864/Kep.Bup/Naker/201.

Bupati H. Safrial, dalam sambutannya mengatakan bahwa kehadiran Gerai UMKM Kopi Liberika yang sekaligus sebagai pusat penjualan oleh-oleh cukup mendukung program Pemerintah daerah dalam mengembangkan usaha masyarakat setempat disamping tempatnya yang cukup strategis di tepi jalan raya.

“Kehadiran Gerai ini jadi sarana untuk mempromosikan produk lokal seperti kopi dan produk olahan tangan sehingga bisa lebih populer hingga ke luar daerah,” jelas Safrial.

Safrial menambahkan dengan hadirnya Gerai ini harus benar-benar dijaga dan dimanfaatkan oleh para pelaku usaha kecil dan menengah bisa lebih kreatif dalam menciptakan produk lokal unggulan yang kompetitif.

Diakhir acara dilakukan penyerahan cindramata oleh Vice President Human Resources and Relations kepada Bupati Tanjung Jabung Barat.

Turut hadir dalam peresmian ini, Dandim 0419/Tanjab Letkol Arh Hary Sassono Utomo, SH, Kapolres Tanjab Barat diwakili Kabag Sumda Kompol Susilo Putro, Asisten II Ir. Hamdani, Kadis Nakertrans Noor Setyo Budi, S.Sos, Kadis KUKM Komperindag Safriwan, SE, Kadis Bunak M. Bangun, perwakilan perbankan, perwakilan perusahaan, Camat Betara Wanwan Irawan, S.STS, Kades/Lurah se Kecamatan Betara dan Kuala Betara serta Babinsa Se Kecamatan Betara. (yud/tonang/hms)