Meski Mewah, Bupati Kuansing 'Enggan' Tempati Rumah Dinas Baru Karena Masih Banyak Hantu ?

Posted by On Tuesday, August 14, 2018


Taluk Kuantan, (PR Kuansing)

Sangat disayangkan jika rumah dinas Bupati  Kuansing sampai hari ini masih dibiarkan 'menyendiri' alias tidak tempati. Walau telah menghabiskan puluhan miliar uang rakyat, bangunan itu tetap tak terpakai.

"Padahal selalu diperbaiki, saya sebagai masyarakat merasa heran dan bertanya-tanya. Kenapa Bupati tidak menempati rumah dinasnya padahal 2017 silam sudah  dianggarkan lagi untuk rehabilitasi rumah dinas tersebut," ujar Efri (37), warga Sinambek pada Senin (13/08/2018).

Disebutkan bahwa Pemkab pandainya membuat anggaran uang keluar saja tanpa bisa memperhatikan manfaat bagi rakyat. Terkesan bahwa seluruh kegiatan pembangunan selama ini hanya buang-buang duit rakyat semata tanpa dipikirkan siapa yang menikmatinya.

Bupati Kuansing, H. Mursini yang dikonfirmasi beberapa waktu terkait adanya desakan masyarakat untuk menempati rumah dinas tersebut menjawab sekenanya saja. "Kan bangunan tersebut tidak mengganggu, tidak merusak dan tidak merugikan negara," ujarnya singkat tanpa ada simpati bahwa keberadaan proyek rumah itulah yang menyebabkan Kuasing collaps beberapa waktu lalu.

Di lain pihak, Dian, warga Sei Jering berkomentar bahwa rumah dinas Bupati ini dibangun dari anggaran rakyat dan sudah jelas merugikan negara. "Seharusnya rumah dinas ini ditempati, kalau tidak untuk apa dibangun," ujarnya kesal.

Sementara itu, Wahyu, warga Baserah meyakini bahwa Bupati Mursini takut jika pindah ke rumah dinas baru yang diduga berhantu. "Apalagi rumah dinas itu proyek pemerintah, tak pakai semah dan doa selamat, sehingga Bupati takut rumah itu masih ada hantunya," ujarnya berargumen.

Apalagi selama ini, warga di Kuansing masih percaya pada yang ghaib termasuk Bupati sekali pun. "Tentu beliau takuik, hantu ma...," celetuk Wahyu sembari menjelaskan beberapa asumsi lainnya. (roder/lidia)

Plt Kadishub Kuansing : Jelang Even Pacu Jalur, Lahan Parkir Akan Ditata

Posted by On Tuesday, August 07, 2018


Taluk Kuantan, (PR Kuansing)

Plt Kadis Perhubungan Kuansing, Agusmandar saat dikonfirmasi Putera Riau mengenai lahan parkir dalam menghadapi even pacu jalur mengatakan sedang melakukan kegiatan perluasan lahan parkir yang ada di Pasar Lumpur dengan luas lebih kurang 90x70 yang sebelumnya sudah ada. 

"Kegiatan ditambah lagi jika sudah selesai, dan Insyaallah dapat menampung 1000 mobil," ujarnya pada Senin, 06/08/2018

Kemudian pihaknya akan membenahi terminal yang terletak di Kecamatan Kuantan Tengah di Kelurahan Pasar Taluk. "Kalau tidak digunakan oleh pedagang kaki lima, kuliner letaknya disana jika bisa dipindah tempat kuliner ke lokasi yang lain, maka seluruh motor yang masuk ke kota yang menyaksikan pacu jalur kita letak parkir di terminal tersebut. Kita kenakan retribusi parkir yang pasti dipungut biaya parkir sesuai dengan peraturan daerah," ungkapnya.

"Kita hanya mengkordinir jika itu bisa dilaksanakan jadi sepanjang kawasan Jl. Sudirman bisa steril. Kemudian dekat lapangan Limuno steril dari parkir, apalagi nanti sekitar kawasan Narosa di depan balai Diklat, Wisma jalur, Insyaallah kita sterilkan dari parkir dan itu akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat untuk menyaksikan pacu jalur. Itu rencana kedepan, dalam waktu dekat sudah mulai bekerja," katanya.

Dikatakan jika ada mobil motor parkir sepanjang jalan di jalur 2 Tuanku Tambusai, pihaknya akan melakukan tindakan tegas sesuai peraturan yang ada. 

"Dalam waktu dekat, kita memberikan himbauan kepada masyarakat supaya tidak memarkir kendaraan sembarangan kita berharap masyarakat mematuhi peraturan yang berlaku," pungkasnya. (Roder)

DPD BM PAN Kuansing Rekomendasikan Anak Muda Untuk Raih Kepercayaan Rakyat

Posted by On Sunday, August 05, 2018


Taluk Kuantan, (PR Kuansing)

DPD BM PAN Kuantan Singing mengirimkan kader-kader mudanya untuk berjuang merebutkan kepercayaan kepada masyarakat Kuansing. Mereka semua dikirim untuk ditempatkan di bidangnya masing-masing, apabila rakyat memberikan kepercayaan itu kepada mereka.

"Benar, saya mengirim 7 kader muda terbaik dari DPD BM PAN KUANSING untuk berjuang mendapatkan kepercayaan masyarakat di Dapil mereka masing-masing. Dari 7 kader BM PAN yang kita berikan kesempatan untuk berjuang ini, mudah-mudahan bisa meyakinkan masyarakat bawah mereka pantas untuk mewakili rakyat di DPRD KUANSING," kata Rudi Husein, Ketua BM PAN Kuansing.

"Setidaknya ada poin besar yang kita berikan kepada anak muda di Kuansing, siapapun dalam bendera BM PAN KUANSING, kita akan memberikan jalan dan kesempatan dengan baik kepada mereka. Kita tidak akan melihat dari mana asal usul mereka. Tapi yang lebih penting bagi saya, potensi yang mereka ada dan mereka juga layak untuk menjadi besar agar bisa memberikan pemikiran dan karyanya untuk Kuansing," ungkapnya.

Rudi meyakini bahwa anak-anak muda di Kuantan Singingi memiliki pemikiran terbaik. Tapi sayang selama ini mereka kurang diberikan kesempatan. "Padahal kita saat ini kalau melihat Kuansing sudah saatnya memberikan kesempatan kepada yang muda-muda yang lebih pantas," katanya.

Maka dengan adanya DPD BM PAN KUANSING, ia memberikan kesempatan dan peluang besar kepada mereka semua dengan catatan jejak rekam mereka sudah dibuktikan bawah mereka pantas untuk duduk di DPRD KUANSING.

"Kita ingin melahirkan kader-kader yang memiliki integritasnya kepada masyarakat dan Partainya kedepan dan harapan besar saya kepada semua kader muda BM PAN KUANSING, Mereka-merekalah penerus masa depan Kuansing lebih baik lagi," sebut Rudi. (pr)

Kenderaan Plat Merah Di Kuansing Yang Lalai Bayar Pajak Jadi Sorotan Masyarakat

Posted by On Wednesday, August 01, 2018


Taluk Kuantan, (PR Inhil)

Pemerintah Daerah Kuantan Singingi sudah seharusnya memberikan contoh teladan bagi masyarakatnya, termasuk dalam hal kewajiban membayar pajak kendaraan.

Ironis memang, disaat himbauan agar masyarakat senantiasa menunaikan kewajibannya membayar pajak kendaraan terus digalakkan, namun disisi lain Pemerintah Daerah sendiri disinyalir lalai dalam menjalankan kewajiban tersebut. Demikian yang terjadi pada sejumlah kendaraan dinas di Kabupaten Kuansing.

Pantuan puterariau.com, kendaraan mobil operasional Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdik) Kabupaten Kuansing yang terlihat pada plat nomornya terlihat telah mati pajak, yakni Maret 2018.

Memang aneh zaman now ini, seluruh perangkat pemerintah seakan tidak bisa dijadikan teladan. Pernyataan, pidato dan lain sebagainya dari pejabat ternyata selalu berbeda dengan apa yang mereka lakukan di lapangan, termasuk masalah pajak kenderaan. 

Sementara itu, salah satu masyarakat Kecamatan Kuantan Tengah, Efri (35) saat diminta tanggapan oleh puterariau.com terkait hal ini menyayangkan masih ditemukannya mobil berplat merah yang disinyalir lalai menjalankan kewajiban pajak kendaraan.

"Saya sebagai masyarakat sangat miris, aturan Pemerintah Daerah menjadi contoh masyarakat, malah sebaliknya," ujarnya kepada puterariau.com. (roder)

350 Miliar APBD Kuansing Hanya Buat Gaji PNS, Mana Untuk Rakyat ?

Posted by On Tuesday, July 31, 2018


Taluk Kuantan, (PR Kuansing)

Kepala BPKAD Kuansing, Hendra AP melalui Erjuliswan, Kasubbid Perbendaharaan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya terkait gaji PNS menyebut telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp.25 miliar per bulan untuk membayar gaji dan tunjangan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Jadi kalikan saja selama 1 tahun ditambah gaji ke 13 dan 14, jadi Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menggelontorkan anggaran untuk gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) per tahun dan ditambah gaji ke 13 dan 14 jadi total keseluruhan Rp.300 miliar per tahunnya," ujarnya.

"Kesedian Dana alokasi umum (DAU) tersedia Rp.600 miliar, sedangkan Rp.300 miliar dikucurkan untuk gaji pegawai negeri sipil (PNS) yang lebihnya untuk rutinitas kantor, seperti ATK beli minyak mobil kantor dinas dan untuk bayar listrik, dan lain-lainnya," ungkapnya.

Nominal gaji PNS yang terbesar/tertinggi golongan 4C Rp.7.936.500. Gaji yang terendah golongan 1A Rp. 1.806.800. 

Pengamat ekonomi Riau, Trian Zulhadi disela kesibukan menyelesaikan Doktornya di UNPAD Bandung melaui telepon seluler berpendapat untuk mendorong peningkatan besaran APBD Kuansing saat ini diperlukan dana perimbangan yang bersumber dari  Propinsi dan pusat. Sebab menurutnya, kalau mengandalkan dari sumber PAD Kuansing sendiri, ia melihat tidak akan mungkin karena untuk mendongkrak dari sumber PAD yang ada haruslah Pemerintah MH membangun infrastrukturnya dulu.

"Contohnya saja jika ingin meningkatkan PAD dari sektor pariwisata, sektor pendidikan, sektor keuangan dan jasa, maka bangun dan perbaiki dulu infrastrukturnya," ujarnya.

Ia melihat untuk membangun infrastruktur, tentunya Pemerintahan MH harus gencar melalui OPD terkait melakukan tingkat loby yang kuat, baik di tingkat Propinsi maupun di pusat. 

Ditambahkan pula apakah dengan DAU yang digelontorkan setiap bulan Rp.25 milar hanya membayar gaji PNS beserta tunjangannya sudah dapat meningkatkan kinerja ASN.

Ia berpendapat untuk kinerja ASN jika begitu saja kalau tidak ada penyegaran karena ASN itu termasuk kategori variabel faktor produksi yang mobiler yang bisa dipindah dan dimutasikan.

"Nah, kalau ASN tidak punya kinerja yang baik, dimutasikan saja atau dipindahkan menurut aturan ASN yang berlaku dan oleh karena itu yang harus diperhatikan nanti kalau ada mutasi pejabat adalah menempatkan seseorang pejabat haruslah sesuai dengan pengalaman dan  keahliannya jangan berdasarkan apa kata timses," tutupnya. 

Sementara itu, tokoh pemuda Kuansing, Halpianto menyayangkan jika anggaran hanya untuk membayar gaji PNS, sehingga untuk pembangunan kerakyatan harus tertunda. 

"Kalau begitu adanya, tentu APBD itu hanya untuk PNS, pejabat dan wakil rakyat saja," katanya. (roder/pr)

Pengamat Ekonomi Riau : Minimnya Serapan Anggaran Di Kuansing Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Posted by On Friday, July 27, 2018


Taluk Kuantan, (PR Kuansing)

Menurut pengamat ekonomi Riau, Trian Zulhadi yang merupakan dosen UIN Susqa Riau ini menyebutkan bahwa penyerapan anggaran adalah selisih pagu anggaran dengan realisasi anggaran. Adapun dampak dari penyerapan anggaran yang masih minim di Kuansing apalagi sekarang, sudah masuk triwulan III berkisar 43%. 

"Dengan minimnya penyerapan anggaran ini akan berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi di Kuansing," ungkapnya pada Jumat (27/07).

Ia berasumsi bahwa anggaran tersebut harus bersifat produktif dan dapat mendorong investasi serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan di Kuansing. 

Nah ia juga memaklumi saat ini pejabat berwenang banyak yang takut menggunakan anggaran karena tumpang tindihnya aturan dan lain-lain sehingga berdampak minimnya penyerapan anggaran.

Disebutkan bahwa hal itu jangan dijadikan penghalang, sebab demikian sepanjang tidak bertentangan dengan aturan, ia  berharap agar anggaran digunakan dan dilaporkan sesuai penggunaannya.

"Jangan pembangunan 15 miliar yang terpakai 10 miliar lalu karena penyerapan masih kecil dibuat penggunaan 13 miliar dan sisanya tidak jelas itu yang salah," katanya. 

Ia berharap hendaknya jangan demikian terjadi akan lebih baik sisanya menjadi Silpa berikutnya. (roder)

Puluhan Miliar Ludes, Pasar Modern Pun Tak Berfungsi : Ada Apa Pemkab Kuansing ?

Posted by On Friday, July 27, 2018


Taluk Kuantan, (PR Kuansing)

Kondisi Pasar tradisonal berbasis modern yang terletak di Taluk Kuantan semakin memprihatinkan. Kesan kumuh tak terurus membuat keberadaan pasar itu semakin dipertanyakan masyarakat. 

Pasar dengan desain bangunan megah dan menelan anggaran puluhan miliar itu telah selesai dibangun pada tahun 2014 lalu, namun sampai saat ini belum dioperasikan sebagaimana fungsinya oleh Pemkab Kuansing. 

Terkesan oknum pejabat masa itu hanya kejar 'fee' proyek sehingga pasca siap, bangunan pun tak berguna apa-apa. Diduga proyek dikerjakan tanpa analisis matang oleh Pemkab Kuansing yang konon diiisi orang-orang pintar.

Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya terkait perencanaan pembangunan pasar tersebut. Pasalnya, saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan karena hampir seluruh cat dari sisi bangunan gedung pasar itu sudah tampak lusuh akibat coretan-coretan tangan jahil tak bertanggung jawab.

Seperti disampaikan seorang masyarakat Kuansing, Epri (35). Saat ditemui di lokasi pasar, Kamis (26/07), ia sangat menyayangkan kondisi pasar yang dibangun oleh Pemda yang sudah lama itu terbengkalai tak terurus.

"Iya, setahu saya pasar itu sudah berdiri sejak 4 tahun lalu, entah apa sebabnya tapi sampai saat ini belum juga difungsikan," ucapnya.

Menurutnya, kondisi bangunan itu sudah semakin lusuh dan kumuh akibat tak ada yang mengurus. Diperparah lagi kalau malam hari tidak ada penerangan dan kondisi itu dimanfaatkan oleh kelompok remaja untuk dijadikan tempat nongkrong pacaran ataupun tempat maksiat.

"Hampir setiap malam pasar itu malah dijadikan tempat tongkrongan anak-anak, lihat aja sendiri, banyak tumpukan bekas api unggun dan botol-botol minuman, dindingnya penuh coretan," terangnya.

Untuk itu ia berharap kepada pihak terkait segera melakukan pembenahan dan penjagaan terhadap komplek pasar itu, dan jangan sampai ada pemubaziran merugikan masyarakat.

Kepala Dinas Kopdagrin Kuansing, Tarmis ketika dikonfirmasi Putera Riau membenarkan hal tersebut. Namun dia selaku Dinas Kopdagrin tidak bisa berbuat apa-apa, karena bangunan pasar itu sampai saat ini belum diserahkan oleh pihak ketiga (kontraktor) kepada Pemda Kuansing.

"Benar, pasar itu terbengkalai sejak beberapa tahun dan semenjak itu pula tidak ada pengurusan dan penjagaan dilakukan. Jadi kalau kondisinya tampak kumuh dan tak terurus ya wajar-wajar saja, kita tak punya kewenangan mengurus pasar tersebut karena sampai saat ini pihak ketiga belum menyerahkan ke Pemda," ungkap Tarmis. (roder)