Tolak Dimutasi, Karyawan PT NSP Ngadu Ke DPRD Meranti

Posted by On Thursday, August 09, 2018


Selatpanjang, (puterariau.com)

Sejumlah karyawan PT National Sago Prima (NSP) wilayah Kepulauan Meranti mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kepulauan Meranti, Rabu (8/8/2018). Mereka ngadu terkait kebijakan mutasi karyawan oleh pihak perusahaan.

Kedatangan para karyawan PT NSP itu disambut oleh Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Meranti Edi Mashudi yang berlangsung di ruang rapat DPRD Meranti.

Hadir juga dalam rapat, pihak Polres Kepulauan Meranti dan pihak Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Kepulauan Meranti.

Disampaikan dalam rapat, pekerja PT NSP wilayah Meranti berharap DPRD Kepulauan Meranti menunda mutasi atau meminta kelonggaran dari perusahaan, kemudian berharap pekerja tetap bekerja di perusahaan meskipun pindah namun tidak jauh. Mereka berharap ada rapat kelanjutan dengan perusahaan, dan berharap DPRD Kepulauan Meranti menerima aduan atau aspirasi atas nama pekerja.

Sementara dari SPSI, seperti disampaikan Ketua SPSI Raja Alfian, SPSI hanya menyampaikan dan menjembatani pekerja terhadap permasalahan yang terjadi dan dialami oleh pekerja.

"Kami berharap DPRD dapat membantu mengatasi permasalahan ini, SPSI juga berharap apabila perusahaan melakukan pelanggaran ditegur," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi 1 DPRD Kepulauan Meranti Edi Mashudi, menyebutkan tetap akan menampung segala aduan atau aspirasi atas nama pekerja tersebut. Edi mengaku mendapat amanah dari Pimpinan DPRD untuk menerima dari kedatangan para pekerja PT NSP yang akan dimutasi oleh pihak perusahaan.

"Apa yang menjadi harapan dari pekerja tersebut, nanti akan saya sampaikan kepada Pimpinan DPRD dan Komisi yang terkait," ujarnya. (agus/setwan)

Wabup Meranti Lepas Keberangkatan 81 JCH Meranti

Posted by On Saturday, August 04, 2018


Selat Panjang, (puterariau.com)

Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs. H Said Hasyim melepas keberangkatan 81 orang jemaah haji Meranti. Pelepasan jemaah haji Meranti menuju embarkasi Batam yang selanjutnya diberangkatkan ke Makkah, dipusatkan di Masjid Agung Darul Ulum, Selatpanjang, Sabtu pagi (4/8/2018).

Hadir dalam acara itu, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Said Hasyim, Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan, Sekretaris Daerah H. Yulian Norwis SE MM beserta Jajaran Eselon II, Wakil Ketua DPRD Meranti H. Taufikurahman, Ketua Komisi A DPRD Meranti Edi Masyudi, Anggota DPRD Meranti Asnawi, Kepala Kantor Kemenag Meranti Darwison MAg, Ketua MUI, Meranti H. Mustafa, Ketua LAM Meranti H. Ridwan Hasan, tokoh masyarakat/adat, serta ratusan keluarga jemaah Haji Meranti.

Proses keberangkatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Qori terbaik Meranti pada ajang MTQ Tingkat Kabupaten 2018, Zulfan. Yang dilanjutkan dengan pengalungan tanda peserta dan tepuk tepung tawar oleh Wakil Bupati H. Said Hasyim yang diikuti oleh Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan, Ketua LAM H. Ridwan Hasan dan unsur Forkopimda.

Dalam suasana bahagia, bercampur haru yang dirasa oleh Jemaah Calon Haji Meranti beserta keluarga, Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, mengatakan, hari ini merupakan hari paling bahagia bagi para jemaah calon haji Meranti karena telah diberikan kesempatan oleh Allah untuk melaksanakan rukun islam yang kelima.

"Berangkat haji tidak semudah tahun tahun sebelumnya untuk itu bagi yang berkesempatan berbahagialah, semoga diberikan kekuatan untuk melaksanakan ibadah dan kembali dengan menyandang gelar haji yang mabrur," ujar Wakil Bupati dengan senyumannya yang khas.

Tak banyak yang disampaikan oleh Wakil Bupati Meranti, yang terpenting menurutnya adalah para jemaah calon haji senantiasa menjaga kesehatan karena dalam menjalankan syarat wajib dan rukun haji tak cukup hanya dengan niat dan semangat tapi dibutuhkan fisik yang kuat.

"Mari kita pertahankan bagaimana badan tetap sehat dan yang terenting adalah keiklasan melaksanakan ibadah, apapun yang dihadapi ditanah suci jangan sampai mengeluh, jaga persatuan dan kesatuan antara sesama jemaah, jaga diri jaga muhrim dan jaga kelompok kita karena jutaan orang berkumpul disana," jelas Wabup lagi.

Pada kesempatan itu Wabup juga menginformasikan kepada seluruh jemaah calon haji Meranti, untuk saling jaga dan mengawasi jika menemukan suatu hambatan dminta segera perhatikan sekeliling untuk mencari petugas haji indonesia yang tersebar dibanyak titik.

Selain itu ia meminta seluruh jemaah calon haji Meranti yang tergabung dalam Kloter 17 bersama Kabupaten Pelalawan dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan dengan calon jemaah haji lainnya, salin bantu membantu dalam kesusahan dan kesempitan.

"Para petugas haji Indonesia memiliki baju khusus yang tersebar di masjid Dil Harom dan Nawawi jika menemukan kendala jangan segan segan meminta bantu," pungkasnya.

Terakhir kepada jemaah calon haji yang hoby jalan dan berbelanja, Wakil Bupati mengingatkan perbanyak ibadah dan kurangi berjalan jalan karena tanah suci adalah tempat kita beribadah yang paling mabrur.

"Jangan belanja dan jalan jalan terlalu banyak, momen ini adalah kesempatan kita untuk beribadah karena pahalanya berlipat ganda,"paparnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementrian Agama Kepulauan Meranti, Darwison MAg, mengungkapkan, haji merupakan rukun islam yang kelima, artinya sebagai pelengkap kesempurnaan ibadah bagi umat muslim. Untuk itu Ketua Kemenag Meranti menyarakan kepada umat muslim yang berkemampuan untuk melaksanakan rukun islam kelima itu. 

"Jika diberikan kemampuan oleh Allah berupa rezki, segeralah laksanakan ibadah haji jangan sampai menunda-nunda lagi," ucapnya. 

Kepada seluruh jemaah calon haji Meranti yang akan berangkat ketanah suci, demi kelancaran ibadah, Ketua Kemenag Darwison, menyampaikan pesan yang paling utama yakni ikhlas kepada Allah dan laksanakan seluruh syarat wajib dan rukun haji sebaik baiknya.

"Kepada jemaah mari kita meluruskan niat hanya berharap ridho dan ampunan Allah, sempurnakanlah syarat, wajib dan rukun haji di tanah suci dengan baik semoga mendapatkan pahala yang berlimpah," ucapnya.

Tak lupa ia juga mengingatkan, jadikan ibadah yang dilaksanakan di tanah suci sebagai kebiasaan yang harus tetap dilestarikan saat kembali ke kampung halaman dengan predikat haji yang mabrur.

"Ini cukup sulit untuk dilakukan, harapan kita bagaimana melaksanakan ibadah ditanah suci baik sholat berjamaah, baca Al-Quran dan lainnya, sekembali ketanah air jangan sampai ditinggalkan, terus laksanakan," harapnya.

Terakahir  Kepala Kemenag Meranti, Darwison M.Ag, mendoakan seluruh Jemaah Haji Meranti yang akan berangkat ketanah suci diberikan kesehatan, kekuatan serta panjang umur untuk menuntaskan ibadahnya kepada Allah SWT, sehingga kembali ketanah air menjadi Haji yang Mabrur.

Sekedar informasi, jemaah calon haji Meranti tahun ini akan diberangkatkan dari Pelabuhan Selatpanjang menuju Pelabuhan Sekupang Batam menggunakan kapal Fery. Sesampainya di Batam langsung diistirahatkan di Asrama Haji selama satu malam. Direncanakan besok Minggu dini hari sekira pukul 2.30 Wib, rombongan jemaah calon haji Meranti akan dilepas oleh Bupati Meranti Drs. Irwan M.Si, menuju embarkasi Haji di Bandara Hang Nadim Batam. Dan jika tak ada halangan Minggu pagi sekira Pukul 10.00 Wib, akan diberangkatkan menuju Makkah dan diperkirakan sampai menjelang magrib atau sekitar pukul 17.30 Wib. (Agus/hms)

Bahas Kenaikan Harga, Komisi II DPRD Meranti Hearing Dengan Pengusaha Kapal

Posted by On Thursday, August 02, 2018


Selatpanjang, (puterariau.com)

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama instansi pemerintah dan pengusaha transportasi laut terkait 'kisruh' harga tiket kapal dari dan tujuan Selatpanjang pada Rabu (1/8/2018) di ruang rapat DPRD Meranti.

Hearing dipimpin Ketua Komisi II Darwin Susandi SHum, dihadiri anggota komisi Dedi Putra SHi, DR M Tartib dan Taufiek. Kemudian Sekwan Drs Irmansyah, Kepala KSOP Selatpanjang Usman YS, pihak Dishub, Pelindo, dan sejumlah pengusaha penyedia jasa transportasi laut.

Darwin Susandi menyampaikan bahwa rapat ini merupakan respon kenaikan harga tiket yang dilakukan oleh pihak perusahaan pelayaran. Adapun maksud dari rapat untuk mengklarifikasi kenaikan harga yang sudah tersebar di media-media. 

"Dengan adanya kenaikan harga tiket yang dibuat oleh perusahaan tersebut, masyarakat merasa terbebani karena dinilai terlalu tinggi nilai atau angka kenaikannya," ungkapnya.

Darwin berharap adanya persaingan subsidi antar bisnis. Dan seandainya ingin menaikan harga tiket, pihak pengusaha penyedia jasa transportasi laut hendaknya terlebih dahulu kordinasi ke dewan, sehingga bisa dibahas dan dicari solusi.

"Kita berharap hearing ini menghasilkan solusi, dimana masyarakat tidak merasa diberatkan dan perusahaan juga tidak dirugikan," tambah Darwin.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti Dr. H Aready SE MSi, mengatakan seharusnya pihak perusahaan berunding sebelum menaikan harga tiket ini, karena di dalam undang-undang dan peraturan gubernur sudah diatur masalah kenaikan harga tiket.

Ditambah anggota DPRD Meranti, Dedi Putra, dengan diadakannya rapat ini hendaknya mendapatkan solusi terbaik bagi masyarakat. Satu sisi kapal tetap berjalan operasinya, sisi lain masyarakat tidak terbebani dengan harga tiket.

Dedi Putra menyarankan agar harga tiket Selatpanjang tujuan Batam yang sempat dinaikan pihak perusahaan dari Rp100 ribu menjadi Rp180 ribu dipertimbangkan kembali. Dia mengatakan jika pihak perusahaan ingin menaikan harga tiket hendaknya masih di harga wajar.

Dedi juga mengusulkan harga tiket Selatpanjang-Batam diturunkan kembali setidaknya di Rp130 ribu, namun pihak perusahaan merasa berat disebabkan biaya operasional yang besar.

Seperti diungkapkan Ayong, salah satu operator kapal, bahwa sebenarnya harga tiket Rp180 ribu itu bukanlah kenaikan harga, akan tetapi kembali ke harga tiket semula di tahun 2016. Karena terjadinya perang harga di sektor pelayaran, kata Ayong, sehingga sebelumnya pihak perusahaan pelayaran juga ikut menurunkan harga tiket hingga Rp100 ribu untuk Selatpanjang tujuan Batam.

Ayong beralasan bahwa kenaikan harga tiket tersebut guna memenuhi perlengkapan untuk meningkatkan keselamatan penumpang. Ayong pun menyarankan jika harga tiket ke Batam paling jatuh di harga Rp150 ribu.

Setelah ada perdebatan, harga tiket dari dan tujuan Selatpanjang akhirnya disepakati. Selatpanjang - Batam Rp140 ribu (PP 260 ribu), Selatpanjang-Tanjung Balai Karimun Rp110 ribu (PP 200 ribu), dan Selatpanjang-Bengkalis Rp120 ribu sekali jalan dan tidak ada PP dari Selatpanjang-Bengkalis. (Agus/setwan)

Wakapolda Riau Dan Wabup Meranti Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mapolres

Posted by On Monday, July 30, 2018


Selat panjang, (puterariau.com)

Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim bersama Wakapolda Riau Brigjendpol HE Permadi MH melakukan peletakan batu pertama pembangunan Mapolres Kepulauan Meranti. Peletakan batu pertama pembangunan kantor ber level Kabupaten itu dipusatkan di Desa Gogok Darusalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Senin (30/7/2018).


Turut hadir dalam acara itu, Ketua DPRD Meranti Fauzy SE, Wakil Ketua DPRD Taufikurahman, Sekretaris Daerah Meranti H.  Yulian Norwis SE MM, Kapolres Meranti AKBP.  La Ode Proyek, Kajari Meranti Budi Rahardjo SH MH, Kepala Imigrasi Selatpanjang, Pabung Kodim Bengkalis, Kepala Bea Cukai Meranti, Ketua MUI Meranti, Jajaran Pejabat Eselon II dan III Dilingkungan Pemkab Meranti, Perwakilan Perbankan dan Swasta, tokoh masyarakat/adat dan lainnya.

Wakapolda Riau juga turut membawa, beberapa pejabat utama diantaranya Kabid Propam Polda Riau Kombespol Agus, Kabid Humas Kombespol Karto, Irwasda Kombespol Suwarno, Dansat Brimob Kombespol Kamaruddin, Karo Sarpras Kombespol Revianto.

Kapolres Meranti AKBP La Ode Proyek dalam sambutannya mengatakan pembangunan Mapolres Kepulauan Meranti sangat strategis dan sudah dinanti sejak lama, namun meski sudah 4 kali ganti Kapolres, baru kali ini pembangunan kantor pertama berlevel Kabupaten itu terwujud.

"Sudah 4 Kapolres berganti baru kali ini terwujud, saat ini personil di Mapolres sudah berjumlah 389 orang, yang tersebar di 5 Polsek dimana per Polsek berjumlah 25 personil yang memiliki wilayah kerja di 102 Desa dan 9 Kecamatan Se-Kabupaten Kepulauan Meranti," jelas Kapolres.

Selanjutnya, Kapolres Meranti AKBP. La Ode Proyek, memaparkan soal rencana kontruksi Mapolres yang dibangun dilahan hibah Pemda Meranti seluas 5 Ha tersebut.

Panjang Mapolres 250 Meter Persegi dengan Lebar 200 Meter Persegi. Bangunan itu bertype 1800 atau bertingkat dua. Menurut rencana untuk tahap pertama pembangunan Mapolres lengkap dengan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Lapangan Mapolres dan Masjid.

Kedepan akan dilanjutkan dengan pembangunan Perumahan Pejabat Polres, Mes Sabhara lengkap dengan lapangan tembak.

Menurut rencana pembangunan Mapolres Meranti yang diperkirakan akan menyedot dana 16 Miliar Rupiah itu, akan dituntaskan selama lima setengah bulan, atau 18 Desember 2018 mendatang.

Sementara itu, Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim, mengawali sambutannya dengan mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Wakapolda Riau dan jajaran yang telah mendukung Pemda Meranti menjaga Kamtibmas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dikatakan Wakil Bupati, Pemkab. Meranti sangat menginginkan Mapolres Kepulauan Meranti segera dibangun, namun untuk mewujudkannya tidak cukup hanya sekedar keinginan tapi harus didukung dengan ketersediaan anggaran. Seperti diketahui saat ini Kebupaten Meranti telah berusia 9 tahun, namun masih tertinggal dengan tingkat kemiskinan cukup tinggi 28 persen.

"Kebijakan yang diambil Pemda lebih mendahulukan pembangunan Infrastruktur meski sudah berhasil menekan angka kemiskinan dan 43 persen ke 28 persen, namun masih belum mampu membuka isolasi," akunya.


Untuk membuka isolasi, Penghubung antara Kabupaten Meranti dengan Pulau Sumatera telah dibangun RoRo yang siap difungsikan, kendala saat ini belum tersedianya infrastruktur jalan.

"Sejak 5 tahun lalu kami mengupayakan pembangunan jalan akses di Kampung Balak namun belum dapat difungsikan karena terus amblas, sudah miliaran rupiah dihabiskan," jelas Wabup.

Kedepan berdasarkan hasil kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi, pembangunna jalan akses menuju RoRo akan dipindah dari lokasi semula di Kampung Balak dengan pemindahan lokasi itu pembangunan dapat berjalan dan isolasi daerah bisa terbuka.

Dalam upaya membuka isolasi daerah Pemkab. Meranti terus berupaya mengejar dana APBN yang masih mengendap ditingkat pusat. Sebagai daerah yang masuk kawasan strategis Nasional dan merupakan beranda terdepan Indonesia Meranti harusnya mendapat porsi lebih dibanding daerah lainnya di Indonesia.

Seperti diketahui Meranti terletak di Selat Malaka dan merupakan beranda terdepan Indonesia, berhadapan langsung dengan Selat Malaka dan Negara Tetangga Singapura, Semenanjung Malaysia.

"Setiap hari kapal yang lalu lalang di Selat Malaka sebanyak 300-500 Kapal, sebagai beranda terdepan di Indonesia, Kabupaten Meranti harusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat," ucap Wabup.

Dihadapan seluruh tamu yang hadir, Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim juga mengungkapkan rasa bangganya kepada jajaran Polda Riau yang telah mendukung Kepulauan Meranti dalam menjaga Kamtibmas. Satuhal yang perlu mendapat perhatian serius adalah masalah peredaran Narkoba yang semakin marak untuk toleransi beragama diakui Wabup tidak ada masalah. Ia berharap dengan dibangunya Mapolres Meranti itu dapat lebih meningkatkan kinerja Kepolisian Polres Meranti.

"Masalah yang menonjol saat ini masalah Narkoba, bahkan sudah masuk kesekolah, semoga dengan adanya Mapolres akan meningkatkan kinerja Kepolisian dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi lebih cepat dan profesional," papar Wabup.

Terakhir, Wabup Meranti H. Said Hasyim berharap kepada pihak kontraktor untuk menyelesaikan proyek pembangunan sesuai rencana dan waktu yang telah ditapkan. Sehingga dapat menjadi kado ulang tahun terindah bagi negeri yang terkenal dengan sebutan tanah jantan ini.

"Mudah-mudahan sebelum Ulang Tahun Meranti pembangunan Mapolres sudah selesai sehingga dapat menjadi kado terindah bagi Meranti," ucapnya.

Senada dengan Wakil Bupati, Wakapolda Riau Brigjend. Pol Permadi MH, berharap pihak kontraktor dapat menuntaskan pembangunan sesuai rencana yakni tanggal 18 Desember 2018 mendatang, dengan adanya Mapolres baru yang lebih representatif akan dapat mendukung Kepolisian Polres Meranti dalam melaksanakan tugas-tugasnya menjaga Kamtibmas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dijelaskannya, dalam meningkatkan pelayanan masyarakat sesuai dengan tuntutan zaman diperlukan fasilitas yang memadai baik dari segi infrastruktur maupun SDM, sebagai suatu hal yang menentukan keberhasilan arah dan tujuan organisi dan menimbulkan konsekwensi logis yang perlu dikembangkan. 

Hal itu juga terjadi pada institusi Polri dimana untuk mewujudkan kelancaran tugas organisasi Polri yang profesional, handal dan terpercaya salah satunya adalah kelengkapan fasilitas seerti yang saat ini dilakukan dengan membangun Mako Polres Meranti.

Ia berharap dengan terbangunnya Mapolres Meranti ini yang didukung penuh oleh Pemda Meranti akan meningkatkan kinerja Kepolisian untuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan prima kepada masyarakat. Tak lupa orang nomor dua dijajaran Polda Riau itu mengucapkan terima kasih kepada Pemda Meranti yang telah menghibahkan tanah untuk pembangunan Mako tersebut, ia berharap kemitraan yang baik selama ini akan semakin baik dimasa masa yang akan datang.

"Semoga momentum ini menjadi semangat bagi Kepolisian untuk melaksanakan tugas mengantisipasi gangguan Kamtibmas yang terhadi di Meranti sekaligus memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat, terima kasih kepada Pemda Meranti yang telah menghibahkan tanah untuk pembangunan Mapolres," pungkas Wakapolda. (Agus/hms)

Bupati Meranti : "Masukkan Sagu Jadi Komoditi Pangan Strategis Nasional"

Posted by On Friday, July 27, 2018


Jakarta, (puterariau.com)

Bupati Kepulauan Meranti Drs. H Irwan MSi, berkesempatan menjadi narasuber (Keynote Speaker), dalam acara Gelar Pangan Nasional dalam rangka sosiasliasi dan promosi mendorong percepatan penganekaragaman pangan berbasis sumber daya, dalam kegiatan yang ditaja oleh Kementrian Pertanian Badan Ketahanan Pangan RI itu, Bupati menyarankan pada Pemerintah Pusat untuk memasukan Sagu sebagai komoditas pangan strategis Nasional, bertempat di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jum'at (27/7/2018).

Hadir dalam acara itu, Sekretaris Jenderal Kementrian Pertanian RI Ir. Syukur Iwantoro, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI Dr. Riskiyana Sukandi Putra MKes, Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H Irwan MSi, Ketua GAPMMI Ir.  Adi Lukman, Wakil Ketua IWAPI Pusat.

Sekda Kepulauan Meranti H. Yulian Norwis SE MM,  Kepala Bappeda Meranti Ir.  Makmun Murod MSi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau Darmansyah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jaka Insita SP, pihak swasta dan lainnya.

Mengawali pidatonya dihadapan Sekjend Kementrian Pertanian dan seluruh hadirin yang hadir, Bupati Kepulauan Meranti Drs. Irwan MSi mengucapkan apresiasinya kepada Kementrian Pertanian yang telah menyelenggarakan kegiatan itu, ia berharap melalui kegiatan itu terjadi sosialisasi tentang pangan lokal khususnya Sagu, agar masyarakat Indonesia mengetahui dan faham kalau di republik ini ada komodity Pangan asli Indonesia yakni sagu yang nilai gizinya tidak kalah dari padi atau gandum, hebatnua lagi tidak perlu diimpor. 

"Kami mengucapkan apresiasi yang tinggi kepada Kementrian Pertanian yang telah memberikan ruang kepada komodity Sagu semoga kedepan dapat ditempatkan sebagai komoditas pangan strategis alternatif Nasional," ucapnya.

Saat ini menurut Bupati Irwan, untuk mengembangkan Sagu tidak cukup hanya dilakukan oleh Pemerintah Daerah penghasil Sagu saja, tetapi harus mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pertanian. Hal itu bukanya tidak beralasan, Sagu sebagai salah satu pangan alternatif yang tersedia melimpah di Indonesia sayangnya hingga detik ini belum mendapat tempat dinegerinya sendiri.

Seperti diinformasikan Drs. Irwan MSi, yang juga Ketua Forum Komunikasi (Fokus) Kabupaten Penghasil Sagu Seluruh Indonesia (Kapasindo), potensi Sagu Indonesia sangat besar dimana dari catatannya Indonesia adalah sumber penghasil Sagu terbesar di dunia.

"Dari seluruh potensi Sagu di dunia 5.5 juta hektarnya ada di Indonesia, tersebar di Papua 4 juta hektar dan di 67 Kabupaten lainnya,  dimana salah satunya berada di Kabupaten Kepulauan Meranti. Jika di total hampir mencapai 6 juta hektar," jelas Bupati.

Yang tergarap dengan baik baru dilakukan di Meranti dan beberapa Kabupaten Kota saja. Khusus di Kabupaten di Kabupaten yang dipimpinnya dikatakan Irwan, telah berhasil menempatkan Sagu sebagai komoditas ekspor andalan. Saat ini Kabupaten termuda di Provinsi Riau itu telah berhasil menghasilkan tepung Sagu kering berkwalitas tinggi 3000 ton per tahun untuk di ekspor ke manca negara yang dihasilkan oleh PT. Nasional Sagu Prima (NSP) dan masyarakat. 

"Sagu Meranti dikirim ke Jepang, Singapura, Malaysia, dan ke Cirebon untuk mencukupi kebutuhan Sagu Nasional, dan ada juga pengusaha lokal yang mengekspor Sagu basah kenegara tetangga Malaysia dan Singapura, serta Cirebon, " jelasnya lagi.

Sejauh ini kendala yang dihadapi, diungkapkan Irwan, masih sangat kecilnya pasar Sagu di Indonesia dan dunia, hal ini dikawatirkan lambat laun akan menyebabkan petani Sagu mengalih fungsikan lahan-lahan produktifnya untuk komoditas lain yang dianggap lebih menguntungkan.

Sekedar informasi saat ini harga tepung Sagu kering dipasaran Meranti hanya berkisar 5.500 perkilo, jauh lebih murah jika dibandingkan dengan beras padahal jika dilihat dari segi gizi tidak kalah. 

"Untuk itu kami memandang sangat perlu campur tangan pemerintah terutama pemerintah pusat untuk meberikan rangsangan kepada para petani Sagu agar bersemangat mengembangkan pangan alternatif ini di Indonesia, karena Sagu sangat layak menjadi alternatif menggantikan beras," jelasnya lagi.

Seperti disadari, lahan padi atau beras dari waktu kewaktu terus menurun begitu juga produksinya dan disi lain jumlah penduduk Indonesia terus bertambah diperkirakan dalam beberapa tahun kedepan pasokan beras di Indonesia lambat laun akan memasuki fase krisis.

"Olah karena itu mulai saat ini Pemda yang didukung oleh Pemerintah Pusat sudah harus memikirkan Sagu sebagai alternatif pengganti beras, Sagu sebagai komoditas asli Indonesia dengan potensi yang melimpah harus dodorong perkembangannya," papar Irwan.

Ia juga megajak semua pihak untuk mendukung Sagu sebagai pangan yang sehat dan bergizi tinggi dengan mensosialisasikannya kepada seluruh rakyat Indonesia, hingga kedepannya nanti dihasilkan berbahai jenis makanan yang terbuat dari olahan Sagu dan yang terpenting dapat diterima luas oleh lapisan masyarakat Indonesia.

"Khusus Meranti, kami sudah berhasil mendapatkan Rekor MURI sebagai daerah yang sukses menciptakan menu berbahan dasar Sagu terbanyak di Indonesia, yakni 369 variasi. Saya kira ini perlu disosialisasikan agar rakyat Indonesia tahu bahwa Sagu bisa dikembangkan dan bisa dijadikan bahan makanan layaknya beras ataupun gandum," ulasnya.

Salah satu masukan terpenting dalam rangka mengembangkan Sagu dan meningkatkan kesejahteraan petaninya,  dari Bupati Meranti Drs. Irwan M.Si, yang juga ketua Kapasindo, kepada Pemerintah Pusat adalah partisipasi Perum Bulog sebagai pengelola logistik negara dalam membeli komoditas Sagu layaknya beras. 

"Saran kami Bulog harus ikut berpartisipais karena saat ini daerah penghasil Sagu di Indonesia terutama Meranti terus mengembangkan produksi Sagu dengan mencibtakan bibit unggul yang diberi nama Sagu Selatpanjang, begitu juga pengusaha Sagu sudah semakin berkembang, sementara pasar atau pembelinya semakin berkurang sehingga menyebabkan harga Sagu tidak meningkat bahkan cenderung menurun," papar Irwan.

"Jika Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pertanian bisa menggandeng Bulog, untuk membeli Sagu sebagaimana Bulog membeli beras, kami yakin kesejahteraan petani Sagu akan meningkat sekaligus memberikan rangsangan bagi mereka untuk terus mengembangkannya sehingga Sagu tidak kalah saing dibanding beras, gandum, jagung, kedelai dan lainnya," ungkap Irwan.

Mirisnya lagi meski potensi Sagu sangat berlimpah namun hingga saat ini pangan asli Indonesia itu belum termasuk sebagai komoditas strategis Nasional.

"Besar harapan kami sebagai daerah penghasil Sagu kepada Pemerintah Pusat berkenan memasukan Sagu sebagai komoditas pangan Nasional, sehingga Sagu dapat menjadi pangan alternatif Nasional yang mampu mendukung ketahanan pangan di republik ini dan menjadi tuan rumah dinegeri sendiri," pungkas Irwan.

Diinformasikan juga dalam kegiatan itu, selain bertindak sebagai Keynote Speaker Bupati Kepulauan Meranti dalam kapasitasnya sebagai Ketua Fokus Kapasindo juga melakukan penandatanganan MoU pengembangan Pangan Lokal dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Ketua Asosiasi Petani Organik, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), dan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) disaksikan oleh Sekjend. Kementrian Pertanian RI Ir. Syukur Iwantoro.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan Gerakan Cinta Makanan Nusantara, dengan tujuan konsumsi pengan beragam dan bergizi simbang dan aman harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dalam mewujudkan SDM yang berkualitas, gerakan itu juga untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap pangan lokal khususnya bagi generasi muda sehingga dapat meningkatkan kualitas pangan mereka menjadi generasi muda berkualitas dimasa depan.

Bupati Kepulauan Meranti Drs. H Irwan MSi bersama Sekjend Kementan RI dan rombongan juga berkesempatan mengunjungi Stand Pameran Pangan Lokal dari seluruh Provinsi di Indonesia dan mencicipi aneka makanan yang disajikan. Dari pantauan media, dalam acara itu para tamu dan masyarakat yang hadir tampak antusias dan senang menikmati makanan olahan pangan lokal yang ada. (agus/hms)

Bupati Kepulauan Meranti Lantik 13 Pj Kepala Desa Pilihan Pemerintah

Posted by On Wednesday, July 25, 2018


Selat panjang, (puterariau.com)

Bupati Kepulauan Meranti Drs. H Irwan MSi melakukan pelantikan 13 Penjabat (Pj) Kepala Desa Se-Kabupaten Kepulauan Meranti. Dalam pelantikan itu Bupati berpesan kepada Kepala Desa agar tidak mengeluarkan kebijakan yang membuat resah jika tak ingin diganti, bertempat di Aula Kantor Bupati, Rabu (25/7/2018).

Turut hadir dalam pelantikan itu, Kapolres Meranti AKBP La Ode Proyek, Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan, Anggota DPRD Fauzy Hasan SE, Asisten III Sekda Meranti Drs. Rosdaner, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Drs. Askandar, Kepala BPMD Drs. Ikhwani, Kabag Hukum Meranti Sudandri SH, Camat Tebing Tinggi Helfandi SE MSi, Para Camat Se-Kab. Meranti.

Dalam sambutannya Bupati Kepulauan Meranti Drs. H Irwan MSi mengucapkan selamat kepada 13 Penjabat Kepala Desa yang baru saja dilantik. Ditegaskan Bupati meski pelantikan Pj. Kades ini tidak melalui pemilihan seperti biasa, tetapi Pj. Kades tetap memiliki kewenangan hak dan kewajiban penuh layaknya Kepala Desa defenitif.

"Yang membedakan hanyalah proses penunjukannya, jika biasa melalui pemilihan saat ini dipilih langsung oleh Pemerintah yang diambil dari Aparatur Negara dan dilantik oleh Bupati, soal hak dan kewajiban sama dengan Kepala Desa Defenitif," ujar Bupati.

Pelantikan Pj. Kades kali ini merupakan gelombang yang pertama, kedepan akan disusul dengan pelantikan PJ. Kades lainnya dengan total pelantikan 50 Kades hingga akhir tahun 2018.

Pj. Kades ini dikatakan Bupati Irwan, akan memangku jabatan kurang lebih 18 bulan hingga dilantiknya Kades Defenitif.

Kepada seluruh Kades yang baru saja dilantik, Bupati mengingatkan selama menjabat tidak dibenarkan melakukan perubahan mendasar yang dapat mengambat program desa, dan kebijakan yang dikeluarkan jangan sampai menjadi beban Kepala Desa defenitif nantinya.

"Setiap kebijakan strategis yang diambil harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak menimbulkan masalah, sebelum mengeluarkan kebijakan koodinasikan dulu dengan BPD dan tokoh Maayarakat jangan buat hal yang meresahkan masyarakat," ucap Bupati.

Bupati menegkaskan jika terbukti para Pj. Kades mengeluarkan kebijakan yang meresahkan masyarakat, kapanpun dapat diganti.

"Karena pelantikan ini dipilih oleh Pemerintah, sebagai perpanjangan tangan Bupati di Desa masing masing jadi kapanpun bisa diganti, berbeda dengan pemilihan langsung oleh masyarakat yang memiliki masa jabatan 6 tahun, oleh karena itu gunakan masa jabatan Pj. Ini sebaik baiknya, sebagai ladang amal, dengan tetap menjaga kondusifitas daerah," pungkasnya.

Adapun 13 Pj. Kades yang dilantik adalah : 

1. Pj. Kepala Desa Mengkirau Kec. Tasik Putri Puyu Zainal SE

2. Pj. Kepala Desa Bokor Kec. Rangsang Barat Aminullah 

3. Pj. Kepala Desa Lemang Kec. Rangsang Barat Syamsul Bahri

4. Pj. Kepala Desa Bantar Kec. Rangsang Barat Alwizar

5. Pj. Kepala Desa Alah Air Kec. Tebing Tinggi Bahri Royani

6. PJ. Kepala Desa Sonde Kec. Rangsang Pesisir Mazlan SPd.

7. Pj. Kepala Desa Tanjung Kec. Tebing Tinggi Barat Mazlin Jamal 

8. Pj. Kepala Desa Alai Kec. Tebing Tinggi Barat Jaizir

9. Pj. Kepala Desa Selat Akar Kec. Tasik Putri Piyu Bakhtiar

10. Pj. Kepala Desa Tanjung Sari Kec. Tebing Tinggi Timur M. Satar

11. Pj. Kepala Desa Beting Kec. Rangsang Pesisir Paino

12. Pj. Kepala Desa Nipah Sendanu Kec. Tebing Tinggi Timur Sabar SE

13. Pj. Kepala Desa Pelantai Kec. Merbau T. Syufri. (agus/hms)

Bertugas Di Meranti, Purna Praja IPDN Minta Wejangan Dari Bupati/Wakil Bupati

Posted by On Tuesday, July 24, 2018


Meranti, (puterariau.com)

Bupati Meranti Drs. H Irwan MSi dan Wakil Bupati H. Said Hasyim menerima Praja IPDN yang akan bertugas di Pemda Kepulauan Meranti. Kedatangan lulusan sekolah Pamong itu untuk melapor sekaligus meminta wejangan dari Bupati dan Wakil Bupati yang juga jebolan sekolah yang sama, Selasa (24/7/2018).

Turut mengantar para Purna Praja IPDN itu, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti H. Yulian Norwis SE MM, Asisten III Sekda Drs. H Rosdaner, Kepala BKD Meranti Alizar SSos MSi, Kepala Bagian Humas dan Protokol Hery Syaputra SH, Kabid Pembinaan BKD Meranti Said Solahuddin dan lainnya.

Dalam pesannya, Bupati Kepulauan Meranti meminta kepada seluruh Praja IPDN yang akan bertugas di Pemda. Meranti dapat menjalankan tugas sebaik baiknya dengan mengaplikasikan ilmu yang didapat selama di gembleng di IPDN.

"Saya harapkan kepada adik-adik yang akan bertugas di Pemkab. Meranti dapat menjalankan tugas dengan baik terutama dibidang pelayanan masyarakat, karena masyarakat menunggu apa yang bisa kita perbuat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," jelas Kepala Bagian Humas dan Protokol Meranti Hery Syaputra, menirukan ucapan Bupati Irwan.

Lebih jauh dikatakan Ketua APKASI Bidang Keuangan Daerah itu, sebagai seorang Pamong harus siap ditugaskan dimana saja dan bisa bertugas dengan baik dimana saja. 

"Kita telah dididik untuk menjadi seorang Pamong oleh karena itu kita harus siap ditugaskan dimana saja dan bekerja dengan baik," jelas Kabag Humas Meranti yang lebih dikenal dengan panggilan Hery Gading itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, ditegaskannya sebagai seorang jebolan sekolah Pamong harus memiliki mental yang tangguh dan tidak cengeng. Seperti pengalamannya saat pertama kali bertugas dulu yang sengaja meminta penempatan didaerah yang sulit.

"Saya dulu sengaja meminta ditugaskan didaerah yang sulit karena disitu kita bisa mengasah kemampuan diri sehingga lebih siap menghadapi kondusi apapun," jelas APDN Angkatan Ke-7 itu.

Yang terpenting menurut Wakil Bupati penghayatan terhadap tugas dimanapun ditempatkan, yang dilalui dengan ikhlas dan bersemangat.

"Yang penting jangan cengeng, hayati saja dimana kita ditugaskan," ucapnya lagi.

Terakhir, mantan Sekda Kabupaten Siak dan Asisten I Sekdaprov Riau itu meminta Purna Praja IPDN yang bertugas di Meranti, dapat mempelajari dan memahami tupoksinya dengan baik dengan selalu berkoordinasi dengan pimpinan dan senior dalam pemecahan masalah.

"Jalankan dulu tugas tugas yang diberikan dengan maksimal, jika menemukan masalah yang tidak selesai laporkan dan koordinasikan dengan senior, begitulah ciri ciri dan cara kerja Pamong," pungkas Wabup.

Setelah mendengarkan wejangan dari Bupati dan Wakil Bupati Meranti,  rombongan Purna IPDN yang dikoordinir oleh Edi Skiper Angkatan 22, mengaku siap menjalankan apa yang diamanatkan dengan sebaik baiknya. 

"kami siap menjalankan apa yang telah diamanatkan,  dan siap memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Meranti," ucap Edi yang telah menjabat sebagai Kasubag di bagian Tata Pemerintahan Sekda itu. 

Sekedar informasi, Purna IPDN yang akan bertugas di Meranti kali ini merupakan angkatan Ke-24 yang lulus tahun 2017 lalu, kesemuanya berjumlah 10 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. 

Hingga saat ini jumlah Purna APDN dan IPDN yang bertugas di Meranti berjumlah 53 orang. (Agus/hms).