Pasca Demo Buruh, RAPP Injak Harga Diri Bangsa Demi Keuntungan

Posted by On Wednesday, October 25, 2017

Aksi demo Karyawan RAPP


Jakarta, (puterariau.com)

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya berang terhadap tindak tanduk manajemen PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP)

Pasca-demonstrasi ribuan pekerja perusahaan APRIL grup tersebut, Senin (23/10/2017), sisa-sisa kemarahan Menteri Siti Nurbaya justru semakin terlihat dari pernyataannya yang dikutip.

Menteri Siti Nurbaya menyebutkan bahwa ketidakpatuhan RAPP terus ditunjukkan pada masa-masa pembahasan rencana kerja usaha (RKU) bersama Kementerian LHK.

Walaupum sudah diberi sosialisasi dan pengarahan serta mendapat surat teguran, tetap saja RAPP melakukan perlawanan, melakukan langkah-langkah manipulatif, mengulur-ngulur waktu dan melakukan rekayasa konflik sosial di ruang publik.

"Kalau satu perusahaan dibiarkan membangkang, dan negara tunduk pada mereka yang salah, maka akan jadi preseden buruk untuk upaya penegakan hukum Karhutla itu sendiri. RAPP tidak boleh menginjak harga diri bangsa dan negara Indonesia hanya untuk kepentingan bisnis semata," ungkap Menteri LHK.

Menteri Siti menegaskan bahwa negara tidak mungkin kalah dan harus mengalah pada sesuatu yang jelas-jelas salah. Jika RKU RAPP diterima, berarti sama artinya KLHK dipaksa untuk melakukan pelanggaran hukum.

Hal ini artinya sama dengan mengabaikan berbagai peraturan yang telah disusun sedemikian rupa dalam rangka penyelamatan kepentingan rakyat Indonesia secara keseluruhan agar tidak lagi merasakan derita karhutla dan bencana asap.

"Pemerintah tak bisa diintervensi perusahaan agar aturan untuk mereka dibuat spesial. Karena rujukannya adalah amanat UU dan PP 57. Itu berlaku untuk semuanya dan hanya satu perusahaan itu saja yang masih melawan. Kalau perusahaan HTI lainnya justru tidak ada masalah," kata Menteri Siti.

Ia mengatakan ketika saat bencana karhutla yang amat parah terjadi tahun 2015, rakyat mendesak pemerintah melakukan penegakan hukum agar karhutla tak lagi terulang.

Kini negara benar-benar hadir dalam bentuk berbagai aturan dan kebijakan perlindungan gambut, sehingga dalam dua tahun belakangan potensi titik api bisa berkurang hingga 90 persen.

Semua capaian itu tidak bisa hanya dengan upaya pembuatan kanal dan pemadaman, tapi harus dikuatkan dengan regulasi yang wajib ditaati semua pihak.

"Kami akan menjaganya sekuat tenaga untuk kepentingan jutaan rakyat Indonesia, dan tidak bisa diintervensi hanya untuk kepentingan bisnis satu perusahaan saja," tegas Menteri Siti.

Sementara itu rilis resmi yang diterbitkan oleh manajemen RAPP soal permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan, Senin (23/10/2017). Dalam siaran pers tersebut, RAPP mengaku taat pada aturan, namun sekaligus juga meminta kepastian iklim investasi di Indonesia.

"Kami apresiasi RAPP dalam press rilisnya hari ini yang mengaku akan taat pada aturan hukum di Indonesia. Tolong janji itu nantinya dibuktikan," tegasnya lagi.

Dikatakan bahwa manajemen PT RAPP sudah dipanggil dan dijadwalkan bertemu pada Selasa (24/10/2017). Pemanggilan ini untuk menagih keseriusan RAPP merevisi RKU mereka sesuai peraturan perundang-undangan di Indonesia, sekaligus meminta klarifikasi perusahaan setelah ditemukan banyak indikasi perusahaan dengan sengaja melakukan berbagai provokasi massa untuk dijadikan alat menekan Pemerintah mengubah aturan.

"Kami akan panggil manajemen RAPP besok dan kami mengundang rekan-rekan pers untuk mengikuti hasil pertemuan ini, agar jelas dan terang benderang," kata Menteri Siti.

Siti mengaku akan mengambil keputusan tergantung apa saja yang manajemen RAPP jelaskan besok. Masalah ini juga kata Siti sudah dilaporkan kepada Presiden Jokowi.

"Saya tadi juga sudah melaporkan kepada Bapak Presiden, Wapres dan Menko. Semuanya memberi dukungan," pungkas Menteri Siti. (tamba/eka/rls)

Sejumlah Stasiun TV Dan Mesin ATM Terganggu Akibat Anomali Satelit Telkom 1

Posted by On Monday, August 28, 2017

 Satelit Telkom 1


Jakarta, (puterariau.com)

Sejumlah siaran TV bakal terganggu. Demikian pula dengan mesin ATM mendadak offline. Hal ini tentu membikin publik bertanya-tanya, kenapa ?

Sebagaimana diketahui, satelit Telkom 1 dengan model A2100A diluncurkan pertama kali pada 1999 silam menggunakan roket Ariane-42P dari Kourou, Guyana Prancis.

Satelit berbobot 2.763 kilogram itu saat ini mengorbit di posisi 108 derajat Bujur Timur dan melayani jaringan di seluruh Indonesia, Asia Tenggara, dan Australia bagian utara.

Kini, di usianya sudah berusia 18 tahun, satelit itu ternyata mengalami gangguan yang memberikan dampak cukup besar dalam layanannya. Pada akhir pekan kemarin, tiba-tiba saja saluran televisi nasional mengalami gangguan, juga ribuan ATM yang mendadak offline. Kemudian diketahui, satelit Telkom 1 mengalami masalah pada operasionalnya sehingga menyebabkan hal ini.

Bagaimana detail kejadiannya ? Berikut kronologinya. 

Pada Jumat, 25 Agustus 2017, sekitar pukul 16.51 WIB, mulai terjadi anomali pada satelit Telkom 1 yang menyebabkan pergeseran pointing antena satelit Telkom 1 sehingga layanan transponder satelit Telkom 1 terganggu. Akibatnya, siaran televisi nasional terganggu dan sejumlah ATM mendadak offline.

Siaran televisi itu di antaranya adalah Net TV dan ANTV. Sementara ribuan ATM yang offline terdiri dari 4.700 ATM BCA, 2.000 ATM Bank Mandiri, 1.500 ATM BNI, dan 300 ATM BRI.

Telkom secara intensif terus melakukan investigasi terkait gangguan ini bersama Lockheed Martin Space Systems, selaku pabrikan satelit Telkom 1.


Kemudian, Sabtu, 26 Agustus, dimana Telkom mulai melakukan proses migrasi pelanggan dan layanan di satelit Telkom 1.

Proses penyediaan serta pengalihan transponder Telkom 1 ke transponder satelit pengganti, yaitu Telkom 2, Telkom 3S, dan satelit lainnya, rencananya akan selesai pada 30 Agustus.

Vice President Public Relations Telkom, Arif Prabowo membantah rumor yang mengatakan satelit Telkom 1 telah keluar orbit.

"Telkom 1 tidak lepas dari orbit, masih bisa dikendalikan melalui Stasiun Pengendali Utama di Cibinong. Untuk lebih detailnya sedang dalam investigasi lebih mendalam lagi bekerja sama dengan Lockheed Martin," kata Arif dikutip dari media nasional Kumparan.

Stasiun televisi ANTV menginformasikan frekuensi terbarunya di parabola yang kini memanfaatkan Satelit Palapa D yang dioperasikan Indosat Ooredoo.



Selanjutnya, Minggu, 27 Agustus, sejumlah ATM yang mengandalkan Telkom 1 untuk jaringan VSAT (Very Small Aperture Terminal) terpantau masih offline dan tidak berfungsi pasca anomali. 

Pihak Telkom sendiri mengaku masih melakukan proses migrasi dari satelit Telkom 1 ke satelit pengganti. 

Bank Indonesia angkat bicara mengenai gangguan ini, namun bank sentral ini memastikan bahwa semua sistem perbankan tetap aman walau banyak ATM yang offline.

Kemudian, Senin, 28 Agustus, Telkom Indonesia menggelar jumpa pers mengenai perkembangan pemulihan satelit Telkom 1 di Graha Merah Putih, Jakarta. 
Jumpa pers pemulihan satelit Telkom 1

Direktur Utama Telkom Indonesia, Alex J. Sinaga mengucapkan permintaan maaf perusahaan kepada pelanggan dan konsumen, juga menegaskan akan mempercepat pemulihan layanannya.

Alex mengungkapkan ada 2 tahap pemulihan yang dilakukan pihak Telkom, yakni migrasi pelanggan yang dilanjutkan proses penyediaan serta pengalihan transponder Telkom 1 ke transponder satelit pengganti.

Kemudian tahap kedua adalah proses repointing antena ground segment secara bertahap bersama pelanggan maupun operator penyedia layanan VSAT, yang ditargetkan selesai pada 10 September 2017.

Telkom juga membentuk proses crisis center yang beroperasi 7 x 24 jam untuk mengawal proses pemulihan tersebut berjalan lancar.

Selain itu, Alex mengaku timnya bersama Lockheed Martin sedang mengevaluasi kondisi satelit Telkom 1 yang sudah berusia 18 tahun. Keputusan apakah satelit itu masih tetap beroperasi atau dihentikan operasinya akan diungkap dalam beberapa hari ke depan.

Menkominfo Rudiantara pada hari ini juga mengingatkan bahwa usia Telkom 1 sudah tua, padahal usia efektif satelit rata-rata adalah 15 tahun. Dia mengingatkan agar operator telekomunikasi selalu menyiapkan backup atas layanan yang disediakan.

"Itu menunjukan satelit itu sudah lama usianya. Apalagi satelitnya sudah uzur, ya, di atas 15 tahun. Pada umumnya satelit itu beroperasi 15 tahunan lah." kata Rudiantara. (tamba/eka/rls/kump)

Wah.... 20 Miliar Duit Rakyat Hanya Untuk 'Jajan' PSK Oleh Dirjen Hubla

Posted by On Sunday, August 27, 2017



Jakarta, (puterariau.com)

Koruptor masa kini memang gila-gilaan. Mainnya cantik dengan nilai fantastis. Tapi yang namanya pencurian, suatu saat pasti akan terungkap juga.

Dari hasil penggeledahan di tempat tinggal Antonius Tonny Budiono di mes perwira Dirjen Hubla, ditemukan 33 tas berisi duit Rp 18,9 miliar. Selain itu, dari 4 ATM, salah satunya tersisa duit Rp 1,174 miliar. Tonny mengaku sudah mengumpulkan duitnya itu sejak tahun 2016.

“Tapi saya tidak pernah detail dari mana atau proyek yang mana. Mereka datang mengucapkan terima kasih karena saya ajari, mereka berhasil sebagai pemenang, akhirnya memberikan sesuatu, dan itu (akhirnya) salah,” kata Tonny.
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan bahwa pihaknya menetapkan dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi suap terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Tahun Anggaran 2016-2017.

Basaria menyebutkan bahwa dari kegiatan operasi tangkap tangan yang dilakukan pada 23-24 Agustus 2017 lalu, KPK mengamankan sejumlah uang dan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). 

Pertama, empat kartu ATM dari tiga bank penerbit yang berbeda dalam penguasaan ATB. Kedua, 33 tas berisi uang dalam pecahan mata uang rupiah, dolar AS, poundsterling, euro, ringgit Malaysia senilai total Rp 18,9 miliar dalam bentuk cash dan dalam rekening Bank Mandiri terdapat sisa saldo Rp 1,174 milir.

“Sehingga total uang yang ditemukan di Mess Perwira Dirjen Hubla adalah sekitar Rp20 miliar,” demikian ungkap Basaria.

Basaria juga mengungkapkan bahwa dari penelusuran pihaknya, ditemukan penggunaan keempat kartu ATM untuk sejumlah keperluan pribadi dan anak dari Tonny.

Diantaranya Tonny kerap menggunakan kartu-kartu ATM tersebut untuk pembayaran booking atau menginap di beberapa hotel di Jakarta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui Tonny kerap menggunakan kartu-kartu ATM pemberian pengusaha itu untuk “jajan” PSK dan pembayaran sewa kamar beberapa hotel berbeda di ibukota. Wah..... Memang mahal biaya jajan pejabat sekarang ya....

“Tiap minggu si ATB selalu ‘jajan’ dengan ATM dari rekening itu,” ujar sumber di KPK.

Menurutnya, minimal Tonny sekali dalam seminggu “jajan” PSK dan membuka kamar hotel.

Salah satu hotel tempat “piknik malam” Tonny itu ada di kawasan Kota, Jakarta. (tamba/eka/rmol)