Kapolres Kuansing Pimpin Apel Operasi Lilin Kuansing 2017

Posted by On Thursday, December 21, 2017


Kuansing (puterariau.com)

Gelar apel operasi lilin Dipimpin langsung Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto, SH, SIK.

Pasukan Operasi Lilin Tahun 2017 dilaksanakan bertempat di Lapangan Apel Mapolres Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau..kamis 21/12/2017.

Turut hadir dalam acara ini AKBP. Fibri Karpiananto SH SIK Kapolres Kuansing, Wakil Bupati Kuansing, H. Halim, Wakil Ketua I DPRD Kuansing, Sardiono AMd. Kajari Kabupaten Kuantan Singingi Jufri, SH, MH, Dandim 0302 Inhu yang diwakili oleh Kasdim, MAYOR Budi Sanjaya Abadi, Wakapolres Kuansing, KOMPOL Dody Harza Kusumah, SH, SIK, M. Si, Asisten III Pemkab Kuansing.

Para Kabag Polres Kuansing Para Kasat Polres Kuansing Para Kapolsek Jajaran Polres Kuansing, Para Kadis Pemkab. Kuansing, Para Danramil Kabupaten Kuansing, Para Kasi Polres Kuansing, Dan Personil gabungan Polri, TNI, Satpol PP, Dishub dan Senkom kurang lebih 200 Orang.




AKBP Fibri Karpiananto SH SIK dalam menyampaikan amanat Kapolri, tingkatkan kewaspadaan dalam mencegah aksi teror dan kejahatan konvensional yang meresahkan di pusat keramaian tempat ibadah dan tempat-tempat lainnya.

Lakukan pendekatan dengan masyarakat guna mencegah terjadinya aksi sweeping oleh ormas, bila tetap terjadi, lakukan tindakan tegas.

Optimalkan Penggelaran anggota di tengah masyarakat, lakukan terobosan kreatif melalui rekayasa lalu lintas guna mengurangi dan mengurai kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Maksimalkan peran Satgas Pangan di masing-masing daerah, guna menjaga stabilitas harga pangan dengan menggandeng instansi terkait.

Sedangkan Pos Pam Ops Lilin Siak 2017 yang disiagakan berada di 3 titik yaitu, Pos Kasang Kecamatan Kuantan Mudik, Pospam Tugu Carano di kecamatan, Kuantan Tengah. Pospam di Tanjung Pauh Kecamatan Singingi Hilir.(roder)

Ikut Acara Golkar, Bawaslu Riau Panggil 5 Kadis Bengak Di Riau

Posted by On Monday, October 09, 2017


Pekanbaru, (puterariau.com)

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau akhirnya memanggil lima orang Kepada Dinas terkait kasus politik praktis pada Senin (09/10). Kelima Kadis ini telah menghadiri Rakerda Golkar di Pasir Pangaraian beberapa waktu lalu.

Kelima anak buah Gubernur Riau yang dipanggil Bawaslu Riau antara lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum Riau, Dadang Eko Purwanto, Kepala Dinas Pendidikan Riau Rudianto, Kepala Dinas Perkebunan Riau Feri HC, Kepala Dinas Kesehatan Mimi Yulianti Nazir, Plt Kepala Dinas Perhubungan Riau Rahmad Rahim.

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan mengatakan akan ada 5 sesi untuk kelima Kadis tersebut. Dimana, masing-masing Kadis diberi waktu satu jam untuk klarifikasi. Diantaranya kelima kadis, hanya satu yakni Kadisdik Rudianto yang bengak dan mangkir dari pemanggilan.

Pemanggilan dijadwalkan pada pukul 09.00-10.00 WIB, namun hingga berita ini naik, belum terlihat juga batang hidung mereka.

Bawaslu Riau akan menunggu kehadiran empat Kadis lainnya, karena sesuai jadwal pemanggilan hingga pukul 15.00 WIB hari ini. Jika tidak datang juga, nasibnya akan sama dengan Kepala Dinas Pendidikan Riau, yakni dilaporkan kepada instansi Pemerintahan Pusat.

"Kalau Kadisnya tidak hadir juga, kami akan layangkan surat panggilan kedua. Kalau tidak hadir juga tentu kami akan membuat kesimpulan sendiri, dan akan melanjutkan laporannya kepada atasan, kepada komisi ASN di Jakarta, inspektorat jenderal kemendagri, dan Menpan RB," ujar Rusidi.

Ia juga menyebutkan, panggilan ini bertujuan untuk mengantisipasi agar tidak ada fitnah yang timbul sehingga semuanya objektif, dan masyarakat pun tidak membuat kesimpulan negatif.

"Karena berdasarkan UU No 7 tahun 2017 ini, Bawaslu diamanatkan untuk mengawasi segala aktivitas ASN (Aparatur Sipil Negara) berkaitan dengan kampanye," ucap Rusidi.

Salah satu yang perlu diawasi adalah aktivitas ASN (Aparatur Sipil Negara) berkaitan dengan kampanye. Karena ASN tidak boleh digiring ke acara partai walaupun ketua partainya pejabat daerah. Apabila ada acarany cukup pimpinan tersebut yang datang.

Apabila pejabat lain ikut datang, kesannya jadi lain, karena tentu itu bisa berarti merupakan keterwakilan pemerintah. (fitri cantik/rls)